George Gandranata Kembali Merengkuh Trofi Juara

0

Bermain dalam permainan yang tidak terlalu maksimal, George Gandranata kembali merengkuh trofi juara pada Indonesian Golf Tour (IGT) Seri 5 yang berlangsung di Riverside Golf Club, Cimanggis, Jawa Barat. Pada putaran final yang berlangsung kemarin (8/6), George yang bermain even par 72 diuntungkan dengan performa Ian Andrew yang kurang baik sehingga memampukannya untuk meraih gelar IGT kedua dalam tahun ini.

Kondisi lapangan yang lebih firm plus angin yang juga ikut bermain menjadikan putaran final menjadi putaran yang sangat menantang bagi para pemain yang berhasil lolos cut. Praktis hingga putaran ketiga itu berakhir, hanya empat pegolf saja yang bisa bermain under.

George sendiri sempat mendapatkan bogey di hole 3. Namun, ia berhasil mendapat tiga birdie berturut-turut di hole 6, 7, dan 8. Meskipun di hole berikutnya kembali mendapat bogey, ia mengakhiri sembilan hole pertamanya dengan keunggulan 2 stroke dari Ian Andrew yang menjadi pesaing terdekatnya.

IMG_3588-resize

Sayangnya, petaka di hole 9 berlanjut pula ke hole 10. Lantaran salah membaca arah angin, George kembali mendapat bogey. Beruntung saat itu Ian pun kena bogey sehingga posisi George masih lebih diuntungkan.

Pertandingan berlangsung seru ketika George mendapat bogey di hole 17. Par yang diperoleh Ian mempertipis selisih keduanya menjadi hanya satu stroke dan menjadikan hole 18 sebagai penentu.

Celakanya, di hole terakhir inilah Ian melakukan kesalahan. Pukulan tee-nya meleset ke kiri sedangkan pukulan keduanya gagal mencapai green dan meleset ke rough kiri sebelum bunker. Chipping-nya pun gagal mengantarkan ke green, malah masuk bunker. Dua putt-nya di hole terakhir itulah yang memberikan kemenangan dua stroke kepada George.

”Ian tidak memainkan permainan terbaiknya, sementara saya sendiri tidak memainkan permainan terbaik saya. Mungkin karena tabungan (under) kemarin (pada putaran pertama), jadi (hasilnya masih) oke. Saya banyak beruntungnya, saya akui itu.”

Kemenangan kali ini menjadi istimewa tak hanya karena ini kemenangan beruntung kedua pada ajang IGT, tapi juga kemenangan dengan posisi di mana ia selalu memimpin turnamen sejak putaran pertama.

George mengaku sejak mengalami kekalahan dari Indra Hermawan pada Permata IGT di Modern Golf & Country Club, bulan Februari 2017 lalu, ia lebih bisa menerima kenyataan tidak memenangkan turnamen.

”Turnamen di Modern itu menjadi semacam pembelajaran bahwa saya tidak bisa mengontrol segala sesuatunya. Jadi, saya pikir kalau tidak menang , ya sudahlah, saya sudah pernah kalah setelah memimpin 4 stroke,” tuturnya.

IMG_3705-resize

Adapun dari kategori amatir, Naraajie Emerald Ramadhan Putra akhirnya harus mengakui keunggulan sahabatnya, Kevin Caesario Akbar. Kevin berhasil menyabet status Lowest Amateur setelah mencatatkan total skor 2-over 218 dan finis di posisi T4. Ia unggul  2 stroke dari Naraajie yang akhirnya harus finis di peringkat 9.

Kali ini tiga pegolf putri ikut meramaikan Seri 5. Michela Tjan, Kelly Marutani, dan Khairani Panjaitan saling bersaing. Michella yang sempat bermain 1-under 71 pada putaran pertama, akhirnya memenangkan Lowest Women Amateur, meskipun mencatatkan angka 79 pada putaran kedua dan final.

Share.

Leave A Reply