George dan Namchok Memimpin di BSD

0

Bermain bagus dan meyakinkan dalam putaran pertama menjadi hal yang penting. George Gandranata menyadari hal itu ketika ia kembali ke Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai Course untuk bersaing dalam Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic.

Baru kembali dari Labuan International Golf Club, seusai mengikuti ajang Asian Development Tour lainnya, George mengawali putaran pertama dengan percaya diri.

”Saya lumayan percaya diri. Sebab minggu lalu saya bermain di lapangan yang susah. Jadi, main ke sini (Damai Indah Golf BSD Course), saya pikir ini lapangan yang bisa memberi banyak birdie. Jadi, saya pikir saya akan main seperti biasa saja: memukul ke fairway dan green. Putting saya juga sedang bagus sehingga kalau bisa menaruh bola ke green, pasti ada peluang” ujar George.

Dari percaya diri, mejadi hasil yang solid. George benar-benar menerjemahkan hal itu dengan baik. Ia menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan bermain 2-under. Dan strateginya berjalan dengan sangat baik, meskipun sempat mendapat bogey di hole 10.

Masih sangat baik, lantaran ia melakukan apa yang mungkin bisa kita sebut ”shot of the day”. Menyisakan sekitar 155 yard hingga ke pin untuk pukulan keduanya, George memainkan 7-iron untuk mencatatkan eagle di hole 12 tersebut.

”Awalnya, saya bermaksud memakai 8-iron, tapi karena ada angin, akhirnya saya memutuskan menggunakan 7-iron. Saya tak mengira bola bakal masuk, meskipun bola mendarat sekitar 1 yard sebelum pin,” tutur George. ”Eagle ini bonus banget! Itu hadiah dari Tuhan!”

Tak heran jika George memberi respons demikian. Sebab setelah eagle itu, ia bermain dengan luar biasa. Ia membukukan empat birdie di lima hole terakhirnya, bahkan mencatatkan tiga birdie berturut-turut dari hole 17.

”Rencana permainan harus sama. Karena kalau terlalu memaksakan permainan, justru bisa membuat kita jatuh.” – George Gandranata

”Hari ini permainan saya solid. Pukulan saya malah jauh lebih bagus lagi di sembilan hole terakhir. Dan hal itu juga didukung oleh putting yang juga bagus,” sambung George lagi.

Meski datang dengan percaya diri, toh ia tidak menyangka kalau bisa bermain sebagus ini.

”Hasil hari ini di luar ekspektasi saya. Gol saya sih membukukan birdie di seluruh hole par 5. Karena kalau bisa main 4-under tiap hari, ada peluang untuk masuk lima besar atau sepuluh besar,” lanjut George.

Memiliki percaya diri yang kuat dan sukses menerjemahkannya dalam hasil yang meyakinkan jelas menjadi sesuatu yang patut dibanggakan. Tapi George tidak mau berpuas. Baginya ini baru hari pertama. Masih ada putaran kedua yang harus ia mainkan.

”Rencana permainan harus sama. Karena kalau terlalu memaksakan permainan, justru bisa membuat kita jatuh. Jadi, kita lihat saja,” tutupnya.

Dalam waktu yang tak terlalu jauh, pegolf asal Thailand Namchok Tantipokhakul juga berhasil menyamai perolehan skor George. Jika eagle menjadi sorotan dalam permainan George hari ini, Namchok mengimbanginya dengan bermain bersih tanpa bogey!

Pada putaran awal ini, sejumlah pemain Indonesia yang menunjukkan perkembangan positif sebagai buah dari iklim kompetisi yang konsisten. Empat stroke di belakang George, pemegang dua gelar Indonesian Golf Tour Indra Hermawan mencatatkan lima birdie dengan dua bogey. Adapun empat pegolf Indonesia lainnya, Elki Kow dan Jordan Irawan, serta dua pemain amatir Dominikus Glenn Yuwono dan Kentaro Nanayama membukukan total 2-under 70.

Pemain amatir terbaik pada Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic tahun lalu, Rizchy Subakti, pemain amatir asal Surabaya Jose Suryadinata, dan Peter Gunawan sama-sama bermain even par 72.

Share.

Leave A Reply