Gavin Green Mengikuti Jejak Danny Chia

0

Gavin Green mengikuti jejak Danny Chia yang berhasil melangkah ke putaran akhir pekan pada ajang The Open Championship. Bintang muda asal Malaysia ini berhasil mencatatkan prestasi ini setelah membukukan total skor 3-over 145.

Skornya tersebut boleh jadi berada persis pada batas cut off. Tapi ini jelas memberinya peluang untuk melangkah lebih jauh lagi pada ajang Major tertua di dunia ini. Seniornya, Danny Chia mencatatkan prestasi finis di peringkat T55 pada The Open 2010.

Green yang memulai pekan ini dengan membukukan skor 72, sempat mencatatkan skor even par di sembilan hole pertamanya, sebelum kemudian mendapat bogey di hole 10. Ia bangkit dengan sebuah birdie di hole 14, namun mendapat dua bogey lagi di empat hole terakhirnya. Dengan skor total 145, ia kini berada di posisi T65.

”Saya merasa sangat gugup memainkan sembilan hole terakhir. Beberapa hole terakhirnya sungguh sulit,” tutur Green.

Finis dengan bogey jelas bukan merupakan hal yang menyenangkan. Tapi kali ini Green mensyukuri bogey tersebut karena dengan total 3-over 145, ia masih bisa melangkah ke dua putaran terakhir di Carnoustie Golf Links ini.

”Saya hanya berusaha memukul bola ke fairway dan green. Saya masih bisa melakukannya sampai tiba di hole 18 dan jaraknya sekitar 15-20 kaki untuk bisa par. Sementara saya bertanya-tanya, berapa cut off-nya. Untunglah (cut off ada pada) 3-over dan saya melakukan putt untuk bogey,” imbuhnya lagi.

”Lolos cut pada ajang Major pertama seperti ini jelas membuat saya sangat gembira. Saya senang bisa mengatasinya. Saya cukup paham mesti melakukan apa dan saya juga tahu kalau saya tak boleh terlalu memaksakan permainan saya. Sudah lama sekali saya tak merasa gugup di sembilan hole terakhir seperti ini, tapi saya senang dengan tantangan ini.”

Performanya kali ini, sedikit-banyak, tentulah dibantu oleh permainannya pada ajang Scottish Open, persis sepekan sebelum The Open dimulai. Kala itu ia finis di peringkat T19, dan Green pun mengungkapkan kegemarannya bermain di lapangan links.

”Saya pikir lapangan seperti ini lebih adil. Anda mesti kreatif saat memainkan lapangan jenis links. Anda tak bisa sekadar melihat hole-nya lalu memukul ke sana karena bola Anda bisa saja berhenti 40-50 yard sebelum green,” paparnya lagi.

Keberhasilan peraih Order of Merit Asian Tour 2017 ini diikuti oleh pemenang Order of Merit Asian Tour 2013, Kiradech Aphibarnrat. Pegolf Thailand ini juga berjuang keras untuk bisa bermain even par 71 pada putaran kedua kemarin dan mencatatkan skor total yang sama dengan Green.

Bagi Kiradech, keberhasilan kali ini merupakan yang pertama dalam karier profesionalnya. Ia sempat mengikuti The Open sejak 2013 hingga 2016. Dan dalam empat kesempatan itu, ia belum sekalipun berhasil lolos cut.

Tahun ini, sebanyak sepuluh pegolf Asia berhasil melangkah ke putaran akhir pekan. Selain Shubhankar Sharma, Kang Sung, Gavin Green, dan Kiradech Aphibarnrat, ada juga kuartet dari Jepang—Yusaku Miyazato, Masahiro Kawamura, Satoshi Kodaira, dan Yuta Ikeda. Dua nama lain berasal dari Korea, An Byeonghun dan Kim Siwoo.

Saat ini putaran ketiga telah berlangsung. Perkembangan skor dapat Anda peroleh melalui situs resmi The Open Championship.

Share.

Leave A Reply