Empat Nama Memimpin U.S. Open

0

Empat nama memimpin U.S. Open yang berlangsung di Shinnecock Hills. Scott Piercy, Ian Poulter, Russell Henley, dan pegolf nomor satu dunia Dustin Johnson sama-sama membukukan skor 1-under 69 pada ajang Major kedua tahun ini.

Sementara itu, pegolf Korea An Byeonghun menjadi wakil Asia yang mencatatkan skor terbaik pada akhir putaran pertama kemarin (14/6). An mencatatkan skor 1-over 71 dan untuk sementara berada di posisi T6.

Pada putaran pertama itu, An mencatatkan dua bogey di sembilan hole pertamanya sebelum akhirnya mencatatkan birdie di hole 1 dan 4, namun harus kembali mendapat bogey di di hole 7. Sementara juara THE PLAYERS 2017 Kim Siwoo mencatatkan skor 73 dan untuk sementara berada di peringkat T19.

Pegolf India berusia 21 tahun yang melakoni debut U.S. Open, Shubhankar Sharma. Ia sempat bermain 1-over setelah membukukan tiga bogey dan dua birdie, namun mendapat tiga bogey lagi untuk berada di peringkat T37. Hideki Matsuyama dari Jepang bermain 75, sementara Kiradech Aphibarnrat dari Thailand bermain 76.

Johnson yang menjuarai U.S. Open 2016 di Oakmont melanjutkan performa gemilang dengan akurasi menakjubkan, memukul 10 dari 14 fairway. Ia sempat bermain 3-under setelah memasukkan bola dari bunker di dekat green di hole 11. Sayangnya, ia kehilangan momentum dan mendapat dua bogey.

”Saya banyak melakukan pukulan yang bagus, memukul banyak fairway, dan banyak melakukan putt untuk birdie,” ujar Johnson.

Melihat putaran pagi hari yang berakhir dengan skor yang tinggi, Johnson sadar bahwa permainan pada sore hari akan menjadi lebih berat dan ia tahu kalau ia mesti bermain luar biasa untuk mencatatkan skor yang bagus.

Setelah Shinnecock Hills mendapat curah hujan sebelum putaran pertama dimulai, banyak yang meyakini bahwa para pegolf yang bermain pada pagi hari bakal mendapat manfaat dari kondisi lapangan yang relatif lebih lembut. Tapi ternyata kondisi yang berangin membuat lapangan lekas kering dan membuat green menjadi lebih sulit. Praktis hanya Piercy dan Poulter yang bermain under.

Poulter sendiri membutuhkan hole-in-one di hole 11 untuk bisa memainkan putaran terbaiknya pada U.S. Open. ”Hari ini (Kamis) hari yang bagus,” ujar Poulter. ”Dan saya masih harus menghadapi tiga putaran yang berat.

Adapun Piercy tidak mengira bakal menjadi salah satu pimpinan klasemen. Setelah memainkan empat hole putaran latihan pada hari Rabu, ia bahkan sempat memberi tahu istrinya kalau ia kemungkinan pulang pada akhir pekan. Pizza dan evaluasi ulang pendekatan mentalnya ternyata membantunya untuk bermain bagus pada hari pertama.

”Memang kondisinya akan menciptakan frustrasi, jadi Anda mesti memiliki pola pikir yang tepat,” ujar Piercy. ”Saya pikir semalam merupakan momen besar buat saya dan hasilnya terbukti pada hari ini.”

Juara bertahan Brooks Koepka juga harus berjuang keras pada putaran pertama dengan membukukan skor 75.

”Saya kira tiap orang juga harus berjuang keras,” ujarnya. ”Ini ajang U.S. Open. Anda bisa saja bermain dengan skor, 5-over bahkan, dan besok main 1-under, dan bisa melaju ke putaran akhir pekan. Jadi, saya tidak terlalu memikirkan (skor hari pertama).

Beberapa nama besar lainnya juga harus main dengan skor yang tinggi. Rory McIlroy mencatatkan skor 80 untuk menyamai skor terbesarnya dalam sebuah Major. Phil Mickelson dan Bubba Watson main 77, sementara Jon Rahm dan Jordan Spieth main 78. Jason Day malah main dengan skor 79.

Tiger Woods sendiri melakoni U.S. Open pertamanya sejak kembali melakoni kompetisi PGA TOUR. Ia bahkan harus memulai turnamen ini dengan triple bogey dan bogey. Ia seakan bakal bangkit kembali, sampai akhirnya harus berturut-turut mencatatkan double bogey di hole 13 dan 14, termasuk melakukan empat putt dan harus puas dengan skor 78.

”Kondisinya memang sungguh berat, tapi tak seharusnya saya melakukan dua kali dua putt, tiga putt, empat putt,” ujar Woods. ”Tapi sepanjang putaran ini putting saya memang tidak memuaskan.”

Share.

Leave A Reply