Edisi Kelima hadir Lebih Besar

0

Edisi kelima Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic akan hadir dengan hadiah yang lebih besar ketika turnamen ini digelar pada 22-25 Agustus 2018 mendatang. Setelah dalam empat tahun terakhir memperebutkan total hadiah US$100.000, komitmen Damai Indah Golf yang didukung oleh para sponsor, dengan Panasonic sebagai ”presenting sponsor” telah meningkatkan hadiah yang diperebutkan menjadi US$110.000.

Turnamen ini sendiri melanjutkan komitmen DR (HC) Ir. Ciputra dalam pengembangan golf di Indonesia, dan Asia pada umumnya. Setelah sebelumnya memelopori kehadiran World Junior Golf Championship, Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini memberi kesempatan kompetisi di level profesional bagi para pegolf Indonesia.

Ketua Asian Tour Jimmy Masrin menegaskan pentingnya turnamen seperti ini, tak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi para pegolf di kawasan Asia Pasifik. Dengan jadwal 20-24 turnamen level ADT tahun ini, peningkatan hadiah uang pada edisi kelima Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini mendorong banyak pegolf Asian Development Tour (ADT) untuk memastikan ikut berkompetisi.

”Turnamen seperti Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini merupakan turnamen yang penting tak hanya bagi ADT, tapi juga para pegolf di Indonesia,” ujarnya. ”Enam pemain teratas berhak mendapat poin Official World Golf Ranking, yang akan sangat bermanfaat untuk mengikuti Olimpiade 2020 karena hanya pegolf berperingkat 300 besar dunia yang bisa mengikutinya.”

Selain itu, Masrin juga menegaskan bahwa jumlah hadiah yang meningkat akan mendorong para pemain ADT untuk mendongkrak posisinya pada Order of Merit. Apalagi dengan keputusan terbaru, tujuh pegolf berperingkat terbaik pada Order of Merit ADT akan otomatis mendapat keanggotaan Asian Tour untuk musim 2019.

Peran Panasonic
Panasonic telah menjadi bagian penting dari perkembangan golf di Indonesia. Selama beberapa tahun, perusahaan elektronik ini telah menggelar ajang seperti Panasonic Open Indonesia hingga terakhir pada edisi 2014. Tahun ini menandakan keikutsertaan ketiga bagi perusahaan asal Jepang ini sebagai ”presenting sponsor”.

Perusahaan ini sekaligus menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang mengalokasikan dana CSR mereka untuk mendukung perkembangan olahraga golf di negeri ini. Meskipun sebagai bagian dari CSR, pihak Panasonic turut menegaskan bahwa iklim industri yang mulai bergerak positif pada tahun ini ikut mendorong mereka untuk terus melanjutkan komitmen.

”Tahun lalu industri ekomoni memang mengalami penurunan. Kami pun mengalami hal serupa, tapi tahun ini agak lebih membaik dengan peningkatan yang mencapai sekitar 10%,” jelas Tadaharu Taguchi, Executive Vice President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, yang ikut menghadiri pengumuman turnamen ini.

Pihaknya menegaskan, upaya keras Panasonic untuk memulihkan kondisi bisnisnya di Indonesia turut terinspirasi oleh sikap kompetitif para pegolf. ”Kami juga tidak mau kalah dengan para pegolf; kami harus berusaha dengan lebih baik lagi,” ujar Taguchi.

Meskipun merupakan perusahaan asal Jepang, Taguchi mengungkapkan pihaknya sungguh berharap pegolf Indonesia bisa tampil sebagai juara di negeri sendiri, dengan kunci komitmen seperti pada turnamen Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini bisa terus berlanjut.

”Saya rasa setiap tahun kualitas pegolf Indonesia makin bagus. Saya rasa jika (komitmen ini terus berlanjut) beberapa tahun lagi, juara dari Indonesia pasti akan muncul,” ujar Taguchi.

Untuk kian menyemangati para pegolf Indonesia agar bermain lebih baik, Panasonic mengganjar pegolf terbaik dari Indonesia untuk berlaga pada ajang Panasonic Open Golf Championship di Jepang. Danny Masrin telah menikmati menjadi wakil Indonesia dalam dua gelaran turnamen yang merupakan kerja sama Asian Tour dan Japan Golf Tour ini—belakangan hal serupa diberikan pula kepada pegolf terbaik Indonesia pada ajang Indonesian Masters.

Pola Eropa-Asia
Dalam empat penyelenggaraan terdahulu, ajang yang senantiasa digelar di Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai Course ini telah melahirkan empat juara berbeda dari benua berbeda. Seusai mantan bintang Walker Cup dari Skotlandia James Byrne menjuarainya pada edisi perdana, pegolf Vietnam Michael Tran memenangkan ajang ini pada tahun 2015.

Tahun berikutnya, giliran Oscar Zetterwal dari Swedia yang memenangkannya, sampai akhirnya Masaru Takahashi dari Jepang meraih kesempatan serupa dan menciptakan pola Eropa-Asia untuk kedua kalinya.

Akankah tahun ini pemain Eropa bisa kembali Berjaya, jelas patut kita nantikan. Namun, dengan peta kekuatan cukup berkembang, para pegolf kawasan Asia juga memiliki kapasitas yang makin meyakinkan untuk memenangkan ajang ini.

Share.

Leave A Reply