Eagle Membawa Micheluzzi ke Puncak Klasemen

0

Pukulan ajaib yang dilakukan David Micheluzzi yang membuahkan eagle di hole 18 par 4 menempatkan pegolf asal Australia itu di posisi teratas pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship kemarin. Eagle di hole terakhirnya itu membuatnya menuntaskan hari pertama dengan skor 6-under 64, unggul satu stroke dari pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go, pegolf China Taipei Liu Yung-Hua, dan juara edisi 2015 asal China Jin Cheng.

Eagle tersebut membuat debut Micheluzzi pada ajang yang layak dipandang sebagai Major-nya pegolf amatir ini terasa sempurna. Ia kini membuka peluang untuk melanjutkan karier amatir yang luar biasa tahun ini. Sebelumnya, ia telah menjuarai Australian Master of the Amateurs, finis runner-up pada Austalian Men’s Amateur, dan masuk perempat final pada The Amateur Championship.

”Saya sudah melatih pitching saya sejak beberapa pekan yang lalu dan pukulan itu adalah pukulan yang sempurna,” ujar Micheluzzi yang juga mendapatkan enam birdie dan dua bogey pada putaran pertamanya itu.

”Ini baru putaran pertama, tapi tentu saja menjadi awal yang baik bisa memimpin. Masih ada tiga putaran lagi dan saya benar-benar mesti melakukan pukulan demi pukulan,” sambung pegolf berusia 22 tahun ini.

”Drive saya hari ini bagus, pukulan iron saya juga tajam, dan banyak putt yang masuk.” — Lloyd Jefferson Go

Sementara itu, Go yang tampil untuk keenam kalinya pada kejuaraan ini mencatatkan prestasi yang membanggakan bagi negaranya. Catatan skornya, 5-under 65, merupakan skor terendah yang pernah dibukukan oleh pegolf Filipina.

”Saya merasa sudah melakukan semuanya dengan sangat baik. Sayangnya, saya justru mendapat bogey di dua hole terakhir. Tapi drive saya hari ini bagus, pukulan iron saya juga tajam, dan banyak putt yang masuk,” ujar Go.

Adapun Jin tampak mengawali putaran pertamanya dengan cukup lambat. Ia terus bermain par selama delapan hole dan baru membukukan lima birdie di enam hole berikutnya sebelum kembali membukukan par dan skor 65.

”Terkadang, status sebagai juara turnamen sebelumnya bisa memberi beban tersendiri lantaran akan ada banyak ekspektasi terhadap diri sendiri. Tapi saya tahu kalau saya pernah melakukannya, jadi saya bisa melakukan hal itu lagi. Hal ini memberi saya percaya diri,” jelas Jin.

Lain halnya dengan Liu, yang bahkan sempat bermain 1-over 36 lantaran mendapat double bogey di hole 9 gara-gara bolanya OB. Tapi di sembilan hole terakhirnya, ia berhasil mencatatkan enam birdie.

”Saya tak mengira bisa bermain bagus, tapi saya sangat puas dengan permainan saya” ujar Liu, yang belum lama ini finis di sepuluh besar dalam enam turnamen terakhir yang ia ikuti, termasuk menjuaria Yeangder National Amateur Open.

Asia-Pacific Amateur Championship tahun ini merayakan satu dekade penyelenggaraannya. Sejumlah nama telah berhasil mencatatkan sejarah dalam sepuluh tahun terakhir. Hideki Matsuyama sampai saat ini masih menjadi lulusan terbaik dengan dua kali menjuarai turnamen ini pada edisi 2010 dan 2011, dan kini telah lima kali menjuarai ajang PGA TOUR, termasuk dua gelar World Golf Championship.

Pihak penyelenggara pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi penggemar golf untuk menyaksikan langsung calon bintang masa depan di New Tanjong Course Sentosa Golf Club.  Siapa pun boleh datang dan menikmati atmosfer istimewa ini secara gratis.

Share.

Leave A Reply