Dominasi China

0

Oleh Chuah Choo Chiang*

Ketika Gary Player membicarakan sesuatu, ada baiknya kita mencermati dan menyerap kata-katanya. Legenda golf asal Afrika Selatan yang telah menjuarai 165 turnamen di enam benua dalam enam dekade, secara berkala melontarkan pandangan jujurnya terhadap lanskap golf profesional yang selalu berkembang.

Setelah meraup kesuksesan selama beberapa dekade, pria yang kini telah berusia 82 tahun pada bulan November 2017 lalu ini dikabarkan masih melakukan sit-up sebanyak 1.300 kali per hari. Reputasinya membuat Player menjadi otoritas penting untuk golf dan membuat beberapa orang memperhatikan komentar yang ia lontarkan pada ajang Rolex, pada sebuah turnamen LPGA.

Player membuat prediksi yang tegas bahwa pegolf pria China suatu hari akan mengambil alih dan mendominasi dunia golf, meskipun kondisi saat ini menunjukkan lima bintang Amerika—Dustin Johnson, Jordan Spieth, Justin Thomas, Rickie Fowler, dan Brooks Koepka—menguasai posisi 10 besar dunia.

Pandangannya mungkin bukan menjadi berita santer, tapi Player jelas melihat secara berbeda ketimbang penggemar golf biasa. ”Mereka punya hasrat luar biasa untuk bermain dengan baik,” ujarnya tentang para pegolf China, sebagaimana dilaporkan Global Golf Post pada akhir November 2017.

Sebagai salah satu dari hanya lima pemain yang melengkapi karier Grand Slam, Player sempat mengungkapkan betapa ia tak terlalu optimis saat pegolf amatir China berusia 14 tahun Guan Tianlang mendapat hak tampil pada The Masters 2013 setelah menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship. Ia bahkan menyampaikan keberatannya kepada Augusta National Golf Club lantaran khawatir Guan bakal tenggelam dan permainannya tidak memadai.

Nyatanya, Guan membuktikan bahwa keraguan Player sangat keliru. Guan berhasil lolos cut dan bermain hingga putaran final untuk meraih Lowest Amateur. Player mengakui bahwa ia bisa saja salah tentang Guan.

Muncul pula Li Haotong yang bersinar berkat finis di peringkat ketiga The Open Championship di Royale Birkdale, Juli 2017 dengan putaran final yang istimewa, bermain dengan skor 63. Player pun yakin bahwa barisan pegolf China akan bermunculan. Dengan Dou Zecheng, yang dua tahun lebih muda daripada Li, dan Zhang Xinjun yang meraih kartu PGA Tour setelah mengawali perjalanannya melalui PGA TOUR China, tanda-tanda ujaran Player tersebut terwujud terlihat sesuai dengan prediksinya.

Pandangannya itu muncul bertepatan dengan hadirnya remaja China lainnya, Lin Yuxin yang meraih tiket impian bermain pada The Masters pada musim semi mendatang setelah menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship di Wellington, akhir Oktober 2017. Belakangan Lin menjelaskan bahwa ia salah satu pemain yang terinspirasi oleh keberhasilan Li pada The Open.

”Jelas (hasil-hasil tersebut) menjadi motivasi bagi saya dan jelas motivasi bagi seluruh pemain China,” tutur pemain kidal yang juga berhak main pada The Open 2018.

Tentu saja semua prestasi itu mengingatkan lagi pada penilaian Player terhadap ”hasrat luar biasa” untuk sukses dari para pegolf China.

Yang menarik, Lin juga tampil ke permukaan setelah menikmati beragam peluang untuk mengasah kemampuannya pada PGA TOUR China, panggung yang sama yang melambungkan nama Dou dan Zhang ke sirkuit golf premium itu. Dalam tiga tahun terakhir, Lin bermain pada PGA TOUR China, lolos cut 11 dari 13 turnamen dan finis sebagai Lowest Amateur dalam tujuh turnamen sepanjang 2016 dan selalu lolos cut.

Dengan pengumuman bahwa PGA TOUR akan bermitra dengan China Golf Association untuk menggelar jadwal penuh PGA TOUR China tahun 2018 ini, komisioner Jay Monahan menekankan pentingnya kerja sama ini.

”Kerja sama ini signifikan dan sungguh signifikan bagi golf di China karena Zecheng dan Xinjun merupakan dua pegolf pertama dari China yang meraih keanggotaan pada PGA TOUR,” ujar Monahan. ”Mereka menempuh jalur dari PGA TOUR China menuju Web.com Tour, lalu ke PGA TOUR dan mereka menjadi contoh ideal dari bagaimana Anda memaksimalkan bakat, bermimpi besar, dan bermain melalui PGA TOUR China.”

Pengumuman terkait PGA TOUR China ini juga benar-benar tepat, apalagi setelah Lin menjadi pegolf amatir China ketiga setelah Guan (2012) dan Jin Cheng (2015) yang menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship.

Monahan yakin, PGA TOUR China akan menjadi langkah bagi lebih banyak bakat dari China yang melakukan terobosan. ”Jika kami bisa membuka pintu negara dan pasar terbesar di dunia, kami bisa menginspirasi generasi masa depan, dan semoga para pemuda menyaksikan dua bintang (Dou dan Zhang) ini dan bintang-bintang lainnya seiring langkah maju ini. Kami kira itulah hal paling indah untuk kebaikan golf di planet ini,” tandasnya.

”Kami ingin mengembangkan lebih banyak lagi pegolf elit China melalui PGA TOUR China, dan saya yakin Anda akan melihat kolaborasi berkesinambungan kami secara lebih spesifik di balik upaya menginspirasi generas-generasi masa depan dan mengembangkan golf.”

Dengan beberapa pendukung besar, seperti HSBC, kolaborasi dengan CGA melalui program junior, yang telah dimaksimalkan oleh pemain seperti Li, yang kini berperingkat 59 dunia, dan Lin, prediksi Player tentu bisa menjadi kenyataan.

Chuah Choo Chiang mulai menjabat sebagai Senior Director Communications PGA TOUR dan berkantor di TPC Kuala Lumpur mulai Agustus 2017. Sempat bertugas sebagai jurnalis olahraga pada dua surat kabar terkemuka di Malaysia selama 10 tahun dan menjabat sebagai Deputy Sports Editor pada Sun Newspaper sebelum bergabung dengan Asian Tour pada tahun 2000 dan terakhir bertugas sebagai Director of Communications di sana.

Share.

Leave A Reply