Debut Memuaskan pada The Open

0

Sejumlah pegolf Asia menikmati debut memuaskan pada The Open Championship yang baru saja berakhir. Di tengah kehadiran juara baru dalam diri Francesco Molinari, beberapa punggawa Asia bisa berbangga dengan mencatatkan nama mereka pada gelaran ke-147 ajang Major tertua di dunia ini.

Perasaan bangga tersebut dirasakan oleh Shubhakar Sharma yang menikmati empat putaran pertamanya pada ajang Major. Meskipun ia membukukan skor 2-over 73 pada putaran finalnya kemarin, pegolf India yang baru genap berusia 22 tahun ini menikmati pekan yang takkan ia lupakan dari Carnoustie Golf Links.

Permainannya kemarin tidaklah buruk. Dalam lima hole pertama, Sharma bisa membukukan dua birdie. Ia masih bisa mempertahankan permainan hingga bogey di hole 8, berlanjut di hole 11, 13, dan 15. Skor total 4-over 288 miliknya memang hanya menempatkannya di peringkat 51 bersama sejumlah pegolf lainnya. Bukan hasil yang istimewa memang, tapi mengingat hasil ini ia catatkan pada ajang Major, jelas ini menjadi pencapaian yang bisa dibanggakan.

”Ini finis yang berat buat saya, tapi (setidaknya) saya masih bisa mengawalinya dengan bagus. Saya berusaha memukul bola sebaik mungkin dan kemudian kehilangan konsentrasi di tengah permainan dan mendapat beberapa bogey,” papar Sharma yang berusaha keras mengembalikan momentumnya.

Ia menekankan betapa ia terus berusaha semaksimal mungkin. Ia menunjuk upayanya di hole terakhir merupakan sesuatu yang cukup bagus.

”Saya senang bisa memberi peluang birdie di hole terakhir, meskipun akhirnya gagal mendapat birdie. Ini turnamen yang hebat dan jelas memberi pelajaran berharga buat saya,” imbuhnya lagi.

Salah satu kelemahan mayoritas pegolf di Asia ialah minimnya jam terbang bermain pada lapangan links, yang memang selalu menjadi karakter The Open Championship sejak pertama kali digelar pada 17 Oktober 1860 ini.

Tak heran jika ajang Scottish Open yang diadakan sepekan sebelumnya sering menjadi medan uji coba bagi banyak pegolf internasional, khususnya yang bisa mendapat spot bermain dan belum terbiasa dengan lapangan serupa.

Bintang muda asal Malaysia Gavin Green salah satu yang menikmati pengalaman tersebut. Finis T19 pada Scottish Open sedikit banyak membantunya bermain empat hari penuh pada The Open Championship kali ini.

”Saya benar-benar menyukai golf di (lapangan) links!” tulis Green dalam akun Instagramnya. ”Ini pekan yang luar biasa, sesuatu yang tak bakalan saya lupakan.”

Green juga membukukan skor yang sama dengan Sharma, 3-over 74 pada hari terakhir kemarin. Dan meskipun belum memperbaiki prestasi yang dibukukan Danny Chia kala finis di peringkat T55 pada The Open 2010, Green masih memiliki kapasitas untuk bisa bermain di Royal Portrush tahun depan.

Semangat yang serupa juga diungkapkan Sharma.

”Saya tak sabar untuk bisa kembali (mengikuti The Open) lagi nanti. Saya akan mengambil pelajaran dari pengalaman ini. Memang ada sedikit perasaan tertekan pada hari kedua karena saya berada di luar batas cut, sementara saya sangat ingin main pada akhir pekan karena kemarin itu hari ulang tahun saya. Saya tak mau bersedih pada hari ulang tahun saya,” ujarnya sambil tertawa.

Sejauh ini, hasil terbaik yang pernah dibukukan seorang pegolf India pada ajang The Open Championship dilakukan oleh Jyoti Randhawa. Pada edisi 2004 silam, Jyoti mencatatkan finis di posisi T27. Sebelas tahun berselang Anirban Lahiri hampir memperbaiki catatan tersebut ketika ia akhirnya harus puas finis T30.

Pemain debutan lain, Masahiro Kawamura juga mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan ketika finis di peringkat T39. Ia menjadi pegolf Asian Tour dengan peringkat terbaik pada The Open kali ini, meskipun posisi yang lebih bagus didapatkan rekan senegaranya, Satoshi Kodaira yang finis di posisi T35.

Pada putaran final kemarin, pegolf Thailand yang belum lama ini mengamankan kartu PGA TOUR untuk musim depan Kiradech Aphibarnrat masih belum berhasil bermain under. Ia menuntaskan permainannya kemarin dengan skor total 9-over 293 dan finis di peringkat T75.

Share.

Leave A Reply