Danny Masrin Meraih Gelar IGT Keenam

0

Danny Masrin memantapkan posisinya sebagai pegolf papan atas di Indonesia dengan mencatatkan gelar Indonesian Golf Tour (IGT) keenam setelah memenangkan IGT Seri 2 yang berlangsung di East Course Gunung Geulis Country  Club, Bogor hari ini (16/3).

Danny yang bermain dengan tertinggal tiga stroke dari pimpinan klasemen pada putaran kedua, Rinaldi Adiyandono, langsung membukukan birdie di hole keduanya. Meski di hole keempat mendapat bogey, Danny menorehkan tiga birdie lagi untuk bermain 3-under di sembilan hole pertamanya.

Perolehan skor Danny tersebut masih tertinggal dua stroke dari Rinaldi yang bermain 2-under di sembilan hole pertamanya. Bahkan ketika menuju hole 15, Rinaldi tampaknya sudah aman berada di puncak klasemen berkat torehan birdie di hole 13 dan 14 yang membawanya mengumpulkan total 9-under. Kala itu, ia menyisakan tiga empat hole lagi.

Namun, justru  tiga hole setelah hole 14 menjadi penentu arah pertandingan. Tanpa diduga, Rinaldi malah membukukan bogey di hole 15 dan 17, yang membuatnya malah tertinggal satu stroke dari Danny. Danny sendiri, setelah mencatatkan birdie di hole 11, 13, dan 14 hanya membukukan par berturut-turut hingga hole terakhirnya.

Danny yang sudah terlebih dahulu menuntaskan permainannya justru berbalik memberi tekanan bagi Rinaldi, yang menuntut Rinaldi untuk mendapat birdie di hole terakhir guna memaksakan play-off. Sayangnya, Rinaldi justru bermain par, yang otomatis memberikan kemenangan kepada Danny.

Lapangan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seri 2 ini sebenarnya bukanlah lapangan yang asing bagi para pegolf yang berlaga pekan ini. Demikian juga bagi Danny, yang bahkan sempat meraih gelar juga di East Course pada IGT Grand Final musim 2017 lalu. Namun, medan yang berat plus angin yang kadang berubah memberikan tantangan tersendiri.

”Minggu ini saya sudah terbiasa dengan lapangan di Gunng Geulis ini. Mengawali hari terakhir ini (16/3), saya memang berbeda tiga stroke dari Rinaldi, tapi saya pikir kalau ini adalah hari saya, saya bisa main 5-7-under,” ujar Danny yang pada akhirnya mencatatkan skor 7-under 65.

Danny juga mengaku kalau sejak awal ia menargetkan untuk bisa bermain seperti ketika menjuarai IGT Grand Final bulan Desember 2017 lalu. Meskipun hasil akhirnya belum menyamai torehan skornya tahun lalu, total 8-under 205 yang ia bukukan memang cukup membawanya meraih gelar sekaligus membawa pulang hadiah uang sebesar Rp34 juta sebagai hadiah pertamanya.

Toh Danny menilai kemenangannya kali ini turut disertai faktor keberuntungan juga. ”Soalnya empat hole terakhir itu Rinaldi justru mendapat dua bogey,” ujarnya lagi.

Kemenangan ini sekaligus menempatkan Danny sebagai pegolf dengan koleksi gelar IGT terbanyak. Sejauh ini, ia telah mengoleksi  enam gelar IGT, sejak pertama kali meraihnya di Palm Hill Golf Club, Bogor pada IGT Seri 4 musim 2016.

Adapun Rinaldi harus kembali menunda menikmati kemenangan sejak terakhir memenangkan IGT Grand Final 2014. Setelah sempat memimpin dengan meyakinkan, ia akhirnya harus puas berada di peringkat kedua dan merelakan kemenangan itu diraih oleh Danny, yang memang tengah berada dalam performa bagus.

”Saya salah menerapkan strategi pada hari ini sehingga banyak skor yang hilang. Tidak ada yang salah dengan permainan saya, tapi karena faktor fisik yang lekas drop, akhirnya hal itu memengaruhi permainan saya,” tutur Rinaldi.

Jelas hasilnya bisa berbeda jika tidak bermain di lapangan yang sangat memforsir energi seperti Gunung Geulis Country Club ini. Namun, meskipun kecewa, Rinaldi masih melihat pengalamannya ini sebagai hal positif.

”Skor dan posisi hari ini merupakan satu kemajuan bagi saya karena saya sudah lama tidak berada di posisi teratas, setelah terakhir kali pada 2014. Jadi, saya optimis jika performa ini bisa dipertahankan, saya akan meraih gelar juara lagi,” tutupnya.

Dari sektor amatir, Naraajie Emerald Ramadhan Putra kembali menjadi pemain amatir terbaik. Ia mengakhiri IGT Seri 2 ini di peringkat ketiga, berbagi tempat bersama George Gandranata setelah keduanya sama-sama menorehkan skor 6-under 207, dua stroke di belakang Danny.

Sementara itu, setelah sekian lama tidak diikuti oleh para pegolf wanita, IGT Seri 2 akhirnya menghadirkan persaingan khusus dari divisi wanita. Rivani Adelia Sihotang, Marcella Pranovia, Michela Tjan, dan Ribka Vania turut meramaikan IGT kali ini. Meskipun dalam kondisi belum pulih dari cedera yang ia alami di Australia beberapa pekan silam, Rivani akhirnya berhasil menjadi yang terbaik.

Share.

Leave A Reply