Da Silva Wujudkan Gelar Juara

0

Selama tiga tahun berturut-turut selalu finis di zona tiga besar, pegol asal Brazil Adilson Da Silva akhirnya mewujudkan gelar juara pada ajang Mercuries Taiwan Masters hari Minggu (30/9) kemarin. Kemenangan yang manis ini menjadikan Da Silva sebagai pegolf Brazil pertama yang menjuarai sebuah ajang Asian Tour.

Pada putaran final kemarin, Da Silva kembali bermain dengan skor 2-under 70. Ini merupakan skor 70 ketiga berturut-turut baginya pekan kemarin. Namun, hasil akhirnya, 7-under 281, sudah cukup baginya untuk menjuarai turnamen ini.

Enam tahun silam, Da Silva melakoni debutnya pada turnamen ini. Kala itu, ia langsung masuk sepuluh besar, finis di posisi T9. Dan pada penampilan terkini di Tamsui Course Taiwan Golf and Country Club, Da Silva menutupnya dengan gelar juara.

Pegolf berusia 46 tahun ini memang mengawali putaran final dengan keunggulan satu stroke, yang membuat putaran akhir itu menjadi persaingan ketat, lantaran segala kemungkinan bisa terwujud. Ia mencatatkan tiga birdie di hole 3, 7, dan 13, sebelum akhirnya mendapat bogey di hole terakhir.

”Kemenangan ini sungguh berarti buat saya. Saya selalu senang bermain di Asia dan rasanya sungguh istimewa bisa meraih kemenangan ini di benua ini,” ujar Da Silva yang mulai bermain di Asia pada 2011.

”Saya mengabaikan segalanya dan berhasil memainkan permainan saya di lapangan. Pukulan tee saya sangat bagus dan saya mempertahankan peluang melalui pukulan-pukulan approach karena kalau meleset dari fairway, bakalan sulit membuat bola berhenti di green. Tapi saya berhasil mendapatkan banyak peluang dengan memukul ke fairway,” papar Da Silva, yang sempat mendapat kehormatan melakukan tee pertama ketika golf kembali diperlombakan pada Olimpiade dua tahun yang lalu.

”Orang bilang, kelahiran anak bisa memberi rezeki. Mungkin memang benar begitu.” — Adilson  Da Silva

Kemenangan ini sekaligus membangkitkan harapannya untuk bisa tampil prima sepanjang sisa musim 2018 ini. Terutama setelah ia hanya berhasil lolos cut pada 3 dari 11 turnamen yang ia ikuti tahun ini.

”Saya memang mengalami masa-masa sulit pada awal tahun ini. Saya sering kesulitan melakukan putting. Sungguh mengecewakan rasanya terutama karena saya sudah main bagus. Cuma putting saya saja yang jelek, tapi hal itu memengaruhi seluruh permainan karena pada akhirnya, saya tak bisa berfokus untuk main bagus,” tutur Da Silva.

Beruntung pada pekan ini, ia menyadari bahwa sebenarnya justru dirinyalah yang tidak memiliki pola pikir yang baik tentang permainannya. Diiringi dengan latihan keras di sektor putting, Da Silva pun melihat hasil positifnya pekan kemarin.

Tapi tak hanya teknik dan kemampuannya saja yang menjadi kunci keberhasilannya. Da Silva menyebut sang istri, putra, dan kedua anak kembarnya yang baru lahir tiga bulan lalu turut menjadi faktor pendorong baginya untuk bisa sukses dan menorehkan kemenangan pertamanya di Asia.

”Saya ingin bermain lebih baik untuk mereka dan saya sukses melakukannya. Orang bilang, kelahiran anak bisa memberi rezeki. Mungkin memang benar begitu,” tandas Da Silva.

Peringkat kedua pada pekan kemarin akhirnya dihuni oleh jagoan ruan rumah Lin Wen-tang dan pegolf Amerika Berry Henson. Keduanya membukukan skor total 6-under 282. Adapun pegolf sensasional asal Afrika Selatan Justin Harding kemarin hanya bermain even par 72 dan finis di peringkat T4 bersama jebolan Q-School Joo Heungchol dari Korea dengan skor total 284.

Share.

Leave A Reply