Catlin Bukukan Skor Kemenangan Terbaiknya

0

Nama John Catlin kembali melambung. Pegolf berusia 27 tahun ini kembali menjadi sorotan setelah berhasil menjuarai Sarawak Championship dengan keunggulan tipis satu stroke dari para pesaing terdekatnya.

Kemenangannya kali ini menjadi lebih istimewa lagi lantaran inilah skor kemenangan terbaik yang pernah ia bukukan sejak bertualang dan menjadikan Asia Tenggara sebagai basis petualangannya. Skor total yang ia bukukan pekan ini, 22-under 266 merupakan skor kemenangan terendah yang pernah ia bukukan sejak meraih kemenangan profesionalnya di Indonesia pada 2016 lalu.

Uniknya, dalam tiga kemenangannya terdahulu, Catlin selalu menang dengan total 16-under. Ia meraih gelar Asian Development Tour (ADT) pertamanya di Gunung Geulis Golf & Country Club, Bogor, Indonesia dengan skor 16-under 268. Setahun kemudian, Catlin meraih gelar ADT keduanya dengan menjuarai PGM EurAsia Perak Championship, juga dengan 16-under di lapangan yang dimainkan dengan total 72 par. Lalu pada bulan Mei yang lalu, skor 16-under itu juga ia bukukan untuk mencatatkan kemenangan pertamanya pada level Asian Tour. Dan kini ia kembali menang di lapangan yang juga memberinya gelar ADT kedua tahun lalu!

Tidak ada istilah kemenangan mudah. Demikian juga dengan kemenangannya di Damai Golf and Country Club pekan ini. Peluang untuk meraih kemenangan itu memang terbuka ketika ia hanya berjarak satu stroke dari rekan senegaranya, Paul Peterson, yang juga melakukan terobosan kariernya dengan meraih kemenangan Asian Tour perdana pada Leopalace21 Myanmar Open bulan Januari lalu.

Catlin mengawali putaran final dengan sangat baik. Ia langsung mendapat dua birdie di dua hole pertamanya. Namun, Peterson juga membukukan skor 2-under di sembilan hole pertama sehingga membuat Catlin masih tertinggal satu stroke dari pegolf kidal tersebut.

Sembilan hole kedua menjadi momen penting dan kesempatan terakhir untuk menyalip Peterson, di tengah tuntutan untuk menghindar dari para pegolf Thailand, seperti Jazz Janewattananond—yang sepekan sebelumnya meraih gelar Asian Tour keduanya—dan Danthai Boonma.

Jazz, khususnya, bermain luar biasa pada sembilan hole terakhirnya dengan menambah empat birdie dan sebuah eagle di hole 17, setelah di sembilan hole sebelumnya ia pun membukukan dua birdie. Sedangkan Danthai, seperti halnya Jazz, juga bermain tanpa bogey dengan enam birdie pada putaran final tadi.

”Saya tak mengira memiliki peluang menang hari ini! Apalagi saya lambat mendapat birdie di sembilan hole pertama. (Tapi) saya senang bisa kembali bermain sebagus ini sebelum mengikuti The Open,” tutur Jazz. ”Tak mengapa juga karena dari tak berpeluang menang, saya malah mendapat sedikit harapan.”

Pada akhirnya, Catlinlah yang menuntaskan pertarungan ketat ini. Setelah birdie di hole 10, birdie di hole 12 membawanya menyamai perolehan skor Peterson. Ia bahkan balik unggul satu stroke di hole 17 dengan kembali menambah koleksi birdie. Dan ia menunjukkan kemampuannya mengatasi tekanan untuk menghindari play-off dan memastikan gelar keduanya dengan birdie di hole terakhir.

”Sungguh luar biasa! Ini persaingan sepanjang pekan!” ujar Catlin. ”Orang lain terus membukukan birdie dan saya terus bertaya apakah saya sudah cukup mendapat birdie. Akhirnya saya melakukannya di hole 18 dan itulah yang saya butuhkan.”

Menariknya lagi, Catlin memanfaatkan putt birdie Peterson di hole terakhir untuk juga mencatatkan birdie dan menorehkan kemenangan tipis ini.

”Saya melihat Peterson memasukkan birdie di hole 18, tapi skornya tak mengubah situasi. Bahkan putt itu membantu saya melihat break karena saya takkan memainkan putt dengan break yang banyak kalau saja tak melihat putting-nya. Putt di hole terakhir itu sungguh besar artinya karena dari semua putt pada jarak yang serupa pekan ini, saya justru sering meleset,” papar Catlin.

Catlin kini menjadi pegolf pertama yang menjuarai lebih dari satu turnamen Asian Tour pada musim ini. Bersama Chan Shih-chang, Catlin kini menjadi pegolf ADT tersukses di level Asian Tour dengan dua gelar yang mereka raih.

Meskipun nyaris menorehkan kemenangan keduanya, Peterson menilai performanya pekan ini sebagai sesuatu yang memuaskan, terutama setelah kehilangan performa permainan seusai menang di Myanmar awal tahun ini.

”Ini merupakan skor under terbanyak yang pernah saya lakukan dalam karier profesional saya. Ada banyak hal positif yang bisa saya dapatkan pekan ini. Memang dibutuhkan pemain yang bermain jauh lebih baik lagi untuk bisa mengalahkan saya dan itulah yang terjadi.  Saya berusaha mendapatkan birdie di hole terakhir dan menggoyahkan dia (Catlin), tapi ia melakukan putt yang hebat. Dia memang pantas menang,” ujar Peterson.

Share.

Leave A Reply