Calon Sarjana Hukum Memimpin Thailand Open

0

Pemain tuan rumah Natipong Srithong memaksimalkan permainannya pada hari pertama ajang Thailand Open dengan tampil sebagai pimpinan klasemen sementara. Natipong yang segera bergelar Sarjana Hukum ini membukukan skor 6-under 64 dan unggul satu stroke dari pesaing terdekatnya.

Catatan skor yang ia bukukan pada putaran pertama ini menyamai skor putaran final Thailand Open 2017 ketika ia juga membukukan 6-under. Hanya saja, kali ini lapangan Thai Country Club dimainkan dengan 70 par, bukan 71 par.

Pegolf yang harus menjalani ujian finalnya sehari setelah penyelengggaraan Thailand Open ini berhasil mencatatkan tiga birdie di sembilan hole pertamanya dan berhasil membukukan skor serupa di sembilan hole terakhir. Performanya kali ini terbilang istimewa, terutama mengingat percaya dirinya sempat jatuh, sampai akhirnya finis T2 pada ajang Asia-Pacific Classic bulan Mei lalu.

”Saya merasa sangat gembira karena saya tak berlatih cukup banyak sepekan sebelum turnamen ini. Saya tengah mempersiapkan ujian akhir untuk gelar sarjana hukum. Saya senang karena saya akan menuntaskan sekolah saya dan bisa fokus ke golf. Hasil hari ini (8/6) sangat mengejutkan saya,” tutur Natipong.

”Setelah bisa finis di tempat kedua di China, percaya diri saya mulai bertambah. Saya memang terlalu banyak berpikir pada awal tahun ini,” jelasnya lagi, menyinggung performanya yang kurang memuaskan pada awal tahun ini.

Meski mencatatkan skor yang cukup fenomenal, Natipong hanya unggul satu stroke dari pegolf India  Chikkarangappa S., dan rekan senegaranya Jazz Janewattananond dan Sarit Suwannarut.

Bagi Chikkarangappa, putaran yang ia mainkan ini merupakan salah satu putaran terbaiknya setelah ia mulai berlatih dengan pelatih Vijay Divecha pekan lalu. Satu-satunya bogey ia bukukan di hole 9. Di hole tersebut, pukulan tee-nya mengenai pohon dan memantulkan bola ke air. Putting-nya untuk mendapatkan par meleset sehingga ia pun harus puas mendapat skor 65.

”Ini putaran terbaik saya setelah sekian lama. Putaran ini sangat solid. Putting saya jyua luar biasa dan saya. Saya berhasil memasukkan sejumlah putt penting dan sejak itulah saya bisa mempertahankan performa,” tutur Chikkarangappa.

Ia melanjutkan bahwa selama ini dirinya sudah banyak melakukan perubahan, namun tak kunjung bisa mendapatkan hasil yang ia harapkan. Kondisi yang cukup mengecewakan dia itu bahkan sudah berlangsung satu setengah tahun terakhir sampai akhirnya ia meluangkan dua hari bersama Vijay Divecha.

”Sebelumnya, swing saya ke mana-mana, tapi sekarang saya sudah bisa mengendalikannya,” lanjutnya. ”Saya memang agak khawatir ketika bermain pekan ini lantaran saya sudah melakukan banyak perubahan. Tapi setelah berlatih dengan pelatih, saya mulai lebih percaya diri dengan permainan saya.”

Sementara itu, Jazz Janewattananond menilai Thai Country Club tahun ini jauh lebih sulit ketimbang tahun lalu. Keberhasilannya bermain dengan skor 65 pada hari pertama ia akui memberi suntikan semangat.

”Kondisinya berat, jadi seluruh aspek permainan Anda mesti bagus. Saya bisa mengamankan beberapa par, jadi saya puas dengan permainan saya,” ujar Jazz. ”Set-up lapangannya benar-benar bagus, jadi saya mesti berterima kasih kepada Thai Country Club. Saya sudah main di Eropa dan Asia, tapi saya puas dengan permainan saya. Lihatlah Kiradech (Aphibarnrat), ia sudah bermain di Asia dan Eropa sebelumnya dan ia bisa melakukannya (meraih sejumlah kemenangan), saya perlu belajar melakukannya juga.”

Share.

Leave A Reply