Bukukan 64, Zhang dan Imondi Ambil Alih Klasemen

0

Pegolf muda tuan rumah Zhang Jin dan pegolf Amerika Paul Imondi membukukan skor terendah pada putaran kedua Guilin Championship kemarin (8/6) untuk mengambil alih klasemen sementara. Keduanya bermain 8-under 64 dan sama-sama mengumpulkan skor total 11-under 133.

Skor 64 ini merupakan skor terbaik Zhang dalam karier profesionalnya. Ditemani oleh sang ayah yang berperan sebagai kedi, pegolf yang baru berusia 22 tahun ini bermain tanpa boge dan mendapat tiga birdie di sembilan hole pertamanya. Ia kemudian menambah koleksi birdie-nya di hole 12 dan 13, sebelum akhirnya mencatatkan tiga birdie berturut-turut untuk bisa berbagi peringkat teratas. Ini merupakan pengalaman pertamanya sebaga profesional.

”Saya belum pernah berada di posisi memimpin seperti ini. Saya mungkin akan merasakan beberapa tekanan, tpi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa tetap rilek dan fokus pada pukulan selanjutnya. Saya harus berusaha tetap tenang,” ujar Zhang yang beralih profesional pada tahun 2014.

Prestasi terbaiknya sejauh ini ialah 10 besar pada musim 2015 dan 2016. Bulan lalu ia juga finis T11 pada ajang Changsha Championship. Kala itu putaran finalnya diwarnai dengan eagle di hole terakhir.

Zhang mengaku performanya kali ini turut dibantu oleh kehadiran sang ayah.

”Ia membantu saya agar tetap rileks dan biasanya saya tak suka makan selama putaran yang saya mainkan, tapi ia menyodori saya makanan yang memberi energi ekstra buat saya,” imbuh Zhang lagi.

Paul Imondi juga mencatatkan skor 64 dan bermain tanpa bogey. Ia bahkan mendapatkan enam birdie di sembilan hole pertamanya sebelum akhirnya menambah dua lagi di hole 13 dan 16.

”Saya pikir putt birdie terjauh saya di sembilan hole pertama ialah dari jarak enam kaki, jadi yang lainya entah tap-in atau di bawah tiga kaki, jadi bisa dibilang sembilan hole pertama merupakan sembilan yang sangat mudah,” ujar Imondi.

Ia menyebut karakter lapangan Guilin Landscape Golf Club ini, yang sedikit lebih lebar daripada yang biasa ia mainkan, membantunya untuk bermain lebih agresif dan lebih banyak memainkan driver.

Sementara itu, pegolf Malaysia Arie Irawan masih berada di posisi yang bagus untuk bisa meraih prestasi terbaiknya pada ajang PGA TOUR Series-China ini. Ia masih melanjutkan performa yang bagus dengan kembali bermain tanpa bogey. Kali ini ia bahkan membukukan skor lebih baik lagi, dengan 6-under 66 dan hanya berjarak satu stroke dari Imondi dan Zhang. Ia sendiri berada di posisi T3 bersama pegolf Amerika Serikat lainnya, Charlie Saxon.

”Saya selalu merasa lebih baik ketika berada di belakang pimpinan klasemen, ketimbang ketika saya yang memimpin. Jadi, saya tak perlu berusaha mempertahankan posisi teratas. Saya hanya perlu memainkan permainan saya,” tutur Arie yang sesekali bercanda dengan sang istri yang kali ini berperan juga sebagai kedi.

Share.

Leave A Reply