Blog Anirban Lahiri: Bersiap untuk Kuartal Kedua

0

Pelatih swing saya Vijay Divecha sudah bersama saya sejak sepekan yang lalu. Kami sudah berlatih untuk mengatasi sejumlah problem yang saya hadapi di lapangan golf musim ini. Terutama setelah pukulan dan permainan iron saya mulai bermasalah belakangan ini.

Memang sekarang saya lebih banyak memukul ke fairway daripada biasanya, tapi saya tidak memukul bola ke green sebanyak yang saya butuhkan, dan bahkan tak memukul cukup dekat (ke pin). Kami pun mulai memeriksa beberapa area yang menjadi perhatian saya. Jadi, saya senang dia bersama saya dan kami pun mulai mengalami perkembangan yang bagus. Saya senang punya jeda dua pekan, sebelum mulai bermain lagi di Hilton Head.

Saya memang berhasil beberapa kali lolos cut, tapi beberapa kali pula saya justru finis di urutan belakang sehingga saya merasa mesti berlatih keras. Jelas tidak semudah yang saya bayangkan dan hal ini menuntut kerja keras ekstra. Sepertinya saya berusaha terlalu keras untuk bisa bermain pada akhir pekan dan ini juga bukan hal yang bagus. Memang bagus juga bisa main penuh selama empat hari dalam sebuah turnamen, tapi saya mesti bilang bahwa hasilnya juga tidak begitu bagus.

Kebanyakan masalah ini bersumber pada hal-hal yang fundamental. Kami banyak bermain dalam kondisi yang berangin pada musim ini dan saya mesti melakukan banyak penyesuaian dalam kondisi demikian. Tapi begitu Anda melakukan penyesuaian, hal tersebut malah melekat pada swing utama Anda. Akibatnya, aspek fundamentalnya pun terkena dampaknya dan itulah sebabnya kami berupaya mengatasi masalah ini.

Selain itu, ada juga masalah percaya diri lantaran saya belum merasa mendekati permainan golf terbaik saya. Saya pun harus membangun percaya diri itu dalam masa-masa terpuruk saya dan mesti mengatasinya saat berlatih dan saat jeda kompetisi.

Kami mempertahankan rutinitas saya dan bahkan berlatih lebih banyak di tempat kebugaran ketimbang pada jeda kompetisi. Saya tak berlatih cukup di tempat kebugaran di India pada musim gugur tahun lalu, jadi sekarang saya mulai fokus pada latihan fisik. Saya sudah terbiasa dengan diet saya karena ini merupakan gaya hidup yang baik sebab sangatlah penting untuk memiliki rutinitas yang sehat dan bisa kembali memiliki kondisi fisik dan mental terbaik untuk siap bermain golf dengan baik lagi.

Area terpentingnya ialah scoring. Saya belum memainkan putaran dengan skor 60-an lagi dan ini menjadi pertanda yang sangat jelas yang membuat saya menurun. Kami meluangkan beberapa hari untuk berfokus pada aspek scoring yang amat penting ini. Hal ini sangat penting terutama sebelum saya kembali untuk bersaing dalam berbagai turnamen. Setelah Hilton Head, jadwal saya mungkin membawa saya untuk bermain pada THE PLAYERS Championship dan Memorial Tournament.

Berkat posisi saya sebagai anggota Tim Internasional Presidents Cup, saya bisa bermain pada The Open Championship dan World Golf Championships-Bridgestone Invitational berikutnya pada tahun ini. Mestinya saya juga bisa bermain pada PGA Championship (dengan bertahan dalam peringkat 100 besar dunia).

Namun, saya mesti bilang kalau saya menyesal tidak bermain pada World Golf Championships di Mexico City dan Austin bulan Maret lalu. Apalagi saya belum memainkan ajang WGC pun sejak 2016 dan ini salah satu hal yang membuat saya sangat frustrasi. Menonton WGC-Dell Technologies Match Play belum lama ini jelas terasa berat buat saya karena saya sangat menikmati ajang ini ketika pertama kali diadakan beberapa tahun silam. Maka ini menjadi semacam motivasi buat saya untuk bisa bermain pada ajang tersebut. Saya benar-benar ingin bermain pada turnamen tersebut. Tapi saya mesti berlatih keras dan menemukan jalan untuk mendapatkan kembali permainan terbaik saya.

Bicara soal Presidents Cup edisi 2019 di Melbourne, Australia jelas sungguh menggiurkan. Tiap orang penasaran melihat apa yang bakal terjadi setelah Tiger (Woods) dan Ernie (Els) terpilih menjadi Kapten Tim Amerika Serikat dan Tim Internasional.

Sangat menarik melihat bagaimana Tiger menjadi kapten di lapangan yang menjadi satu-satunya tempat yang memberi kemenangan bagi Tim Internasional. Baik Tiger dan Ernie telah memainkan momen yang paling seru dalam sejarah Presidents Cup. Semua itu bakal terwujud lagi dengan sangat menarik pada Presidents Cup 2019. Ajang ini bakal menjadi kontes yang menyenangkan. Rasanya tak ada Presidents Cup yang membuat saya sangat ingin berada dalam tim ketimbang edisi kali ini, jadi saya mesti berjuang keras untuk kembali masuk dalam tim.

Sungguh membanggakan bisa melihat para pemain Asia bermain dengan sangat baik belakangan ini. Kiradech (Aphibarnrat) telah bermain luar biasa dan memainkan permainan terbaiknya. Dan saya pikir dalam beberapa tahun ke depan akan lebih banyak lagi pegolf Asia yang berada dalam tim Presidents Cup. Thongchai (Jaidee) dan saya sendiri merupakan pegolf non-Jepang dan non-Korea pertama di Korea pada 2015 dan ini jelas sangat besar artinya bagi golf di Asia.

Kita telah melihat K.J. (Choi), Y.E. (Yang), dan Hideki (Matsuyama) menjadi bintang dalam beberapa tahun terakhir. Tapi Anda sendiri bisa melihat bahwa tren ini mulai berubah seiring dengan meningkatnya kekuatan golf di Asia secara dramatis. Kini kita punya Li Haotong dan Shubhankar Sharma dan nama-nama lain pun akan segera menyusul mereka. Pemain seperti Phachara (Khongwatmai) juga punya potensi. Dan lagi, masih ada 18 bulan menjelang Melbourne dan semoga saja ada lebih banyak lagi dari kami yang ada dalam performa puncak pada saat yang tepat tahun depan.

Share.

Leave A Reply