Bintang Masa Depan Lahir di Jakarta

0

Perhelatan tahunan Himbara World Junior Golf Championship yang berakhir Jumat (8/6) kemarin menghadirkan sejumlah bintang masa depan. Dua nama berhasil menonjol dalam turnamen yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-24 ini: Zubair bin Mohd Firdaus dan Phannarai Meesom-us berhasil merebut Piala Ciputra setelah masing-masing menjuarai kategori Best Gross Overall Individual untuk Putra dan Putri.

Pegolf asal Malaysia Zubair mencatatkan kemenangan istimewa lantaran sepanjang empat putaran yang dimainkan di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk Course, ia tak pernah melepas peringkat teratas. Hasil yang ia peroleh tahun ini merupakan peningkatan prestasi dari keikutsertaannya yang kedua setelah tahun lalu ia menuai hasil yang kurang memuaskan.

Mengawali turnamen dengan membukukan skor 69, Zubair terpaksa mencatatkan dua skor 75 dalam dua putaran selanjutnya, namun berhasil bermain 1-under 71 pada putaran final berkat dua birdie dan satu bogey.

”Sebelum memulai putaran ini saya sebenarnya merasa cukup gugup, tapi saya memiliki percaya diri yang baik pada permainan saya kali ini. Saya tahu kalau permainan saya cukup untuk memberi kemenangan,” ujar Zubair.

Meski tahu bahwa ia punya kapasitas untuk menang, pegolf berusia 15 tahun ini tidak mengira bisa menang dengan keunggulan besar. Membukukan 69-75-75 dan bermain 1-under 71 pada putaran final kemarin (8/6), Zubair berhasil mengungguli dua pesaing terdekatnya, remaja asal Australia Samuel Slater dan pemain Singapura Andre Chong Weizer dengan keunggulan tujuh stroke.

Adapun Phannarai Meesom-us berhasil menyalip pegolf asal Afrika Selatan Hannah Reeves setelah pada putaran final mencatatkan skor 2-under 70. Phannarai yang mengawali putaran final dengan tertinggal satu stroke dari Hannah justru berbalik mengungguli pegolf Afrika Selatan itu setelah mencatatkan empat birdie dengan dua boge di sembilan hole pertamanya.

”Saya merasa sangat percaya diri ketika memainkan hole pertama. Saya tahu kalau saya bakal menang, tapi saya memang mesti memainkan permainan terbaik saya, mencatatkan skor terbaik di turnamen ini,” tutur Phannarai jelang seremoni.

Ia melanjutkan performanya dengan dua birdie dan dua bogey lagi di sembilan hole terakhir, sekaligus memastikan kemenangan dengan keungguan 4 stroke dengan skor total 211. Istimewanya lagi, keberhasilannya ini menunjukkan kemampuannya untuk mengatasi quadruple bogey di hole 17 yang ia peroleh pada putaran kedua.

”Sebelum tidur semalam, saya sudah membuat rencana permainan karena saya benar-benar ingin menjuarai turnamen ini. Jadi, saya merencanakan apa yang akan saya lakukan di setiap hole, dan akhirnya bisa menang,” ujar pengagum Ariya Jutanugarn ini.

 

Prestasi terbaik dari pegolf Indonesia dibukukan oleh Patricia Sinolungan untuk Kelas Individu Putri. Patty bahkan sempat berpeluang menjuarai Kelas A. Sayang dua bogey di tiga hole terakhir harus membuatnya puas berada di posisi T4 dengan skor total 219.

Untuk kelas Individu Putra, Kentaro Nanayama berhasil finis di posisi terbaik dengan finis T8. Setelah membuka turnamen ini dengan bermain 4-over 76, Kentaro berturut-turut mencatatkan skor 82-73-74.

Tahun ini, kontingen Thailand berhasil menjuarai enam kelas. Kelas B Putra dimenangkan oleh Weerawish Narkprachar, sementara Pasit Iampongsai menjuarai Kelas C Putra dan Chaiyaphat Wongwien menjuarai Kelas D Putra.

Manassanan Chotikabhukana meraih gelar juara Kelas B Putri setelah Phannarai, yang juga bermain di kelas tersebut akhirnya menjuarai Best Gross Individual. Kelas C Putri menjadi milik Pariya Sanpanawat, sementara Inseoul Jiamanukoonkit menjuarai Kelas D Putri.

Untuk kompetisi beregu putra, duet Andre Chong Weizer dan Sean Lee berhasil mempersembahkan gelar bergengsi Piala Gubernur DKI Jakarta bagi Tim Singapura. Sedang untuk beregu putri Tim Thailand 1 yang terdiri dari Natthakritta Vongtaveelap dan Phanarai Meesom-us mempersembahkan trofi untuk timnya.

Share.

Leave A Reply