Bersinar Melalui HSBC Champions

0

Oleh Stan Awrey

Ketika Hideki Matsuyama mulai bermain pada World Golf Championship-HSBC Champions 2016, ia hanyalah pemain bagus, muda, dan berbakat yang dalam usia 20-an berada di ambang ketenaran. Dan pada akhir pekan Matsuyama tampil sebagai kekuatan internasional.

Matsuyama melanjutkan kemenangan World Golf Championship-HSBC Champions dengan dua gelar lain pada PGA Tour dan finis di peringkat pertama pada Regular Season FedEx Cup.

Pada akhir musim, ia berada di peringkat 2 dunia. Kala para komentator menyebut pemain yang berpotensi menjuarai Major, nama Matsuyama pun disebut bersama nama-nama, seperti Jordan Spieth, Dustin Johnson, dan Rory McIlroy. Dan semua itu bermula dari HSBC Champions.

Tak mengherankan memang. Sejak turnamen itu menjadi ajang World Golf Championship pada 2009, HSBC Champions telah menghasilkan para juara yang luar biasa. Empat dari delapan juara Major dan empat lainnya telah menjadi anggota tim, baik pada ajang Ryder Cup, maupun Presidents Cup. Para pemain dari enam negara berbeda telah menjuarai ajang ini dalam sewindu terakhir, menjadikannya sebagai turnamen yang benar-benar bernuansa internasional.

”Hal ini sangat bagus bagi perkembangan golf di bagian dunia ini (Asia). Turnamen ini sendiri telah berkembang pesat seiring waktu,” ujar juara HSBC Champions 2010 Francesco Molinari dari Italia.

”Makin banyak pemain dari AS yang bermain ke sini. Saya kira ini hal yang bagus dan memungkinkan para penggemar untuk menikmati pengalaman golf langsung setahun sekali, peluang menyaksikan para pemain terbaik di dunia.”

Baginya sendiri, Molinari mendapati China sebagai negara yang ia gemari. Selain HSBC Champions 2010, bersama kakaknya Edoardo, ia menjuarai World Cup of Golf untuk Italia di Shenzhen tahun 2009.

Molinari sendiri akan bermain pada ajang HSBC Champions ketujuh, berusaha menjungkalkan Matsuyama yang akan mempertahankan gelarnya pada 23-29 Oktober saat ajang ini kembali digelar di Sheshan International Golf Club di Shanghai.

Para pemain top akan berkumpul di China untuk salah satu turnamen terpenting pada musim gugur ini, ajang yang bakal menentukan arah untuk musim 2017-18—seperti yang dilakukan Matsuyama. Tahun ini HSBC Champions akan menjadi ajang ketiga dari tiga turnamen Asia berturut-turut, melanjutkan ajang senilai US$7 juta CIMB Classic di Malaysia, dan turnamen perdana senilai US$9,25 juta, CJ CUP @ NINE BRIDGES di Korea Selatan.

Gelar HSBC Champions amatlah signifikan bagi Matsuyama. Selain exemption tiga tahun pada PGA TOUR, poin Official World Golf Ranking, dan hadiah uang, ia menjadi pegolf Jepang pertama—malahan yang pertama dari Asia—yang menjuarai ajang WGC. Prestasi ini menyejajarkannya dengan Shigeki Maruyama, idola masa kecilnya, untuk gelar PGA TOUR terbanyak oleh pemain Jepang, rekor yang dipecahkan oleh Matsuyama.

”Menjuarai HSBC Champions jelas merupakan prestasi terbesar saya,” ujar Matsuyama. ”Saya orang Asia pertama yang menjuarainya, dan buat saya ini sangat berarti.”

Kemenangan Matsuyama ini menjadi momen yang menentukan bagi kariernya yang masih muda dan tengah menanjak, sebuah kemenangan besar mengungguli jajaran pemain terbaik dunia. Ia mengawali dengan skor 66 dan tak pernah berhenti. Ia menuntaskan turnamen dengan 65-68-66 dan 17-under. Ia menuntaskan 45 hole tanpa bogey dan menang 7 stroke dari Henrik Stenson dan Daniel Berger, yang sekaligus menjadi kemenangan dengan marjin terbesar ketiga pada ajang WGC.

”Hideki bermain luar biasa, dan sangat seru melihatnya,” ujar Berger. ”Pukulannya bagus. Putting-nya bagus. Chipping-nya juga bagus. Semuanya bagus, dan itu sebabnya ia bisa menang banyak.”

Malah, kecuali kejatuhan pada putaran final, satu-satunya drama pada hari terakhir itu ialah apakah ia bisa mendapat 30 birdie atau tidak. Approach yang tegas di hole ke-72 justru membuat bola masuk ke air dan Matsuyama mesti puas hanya dengan 29 birdie.

Dengan kepercayaan diri penuh, Matsuyama melanjutkan sensasi kemenangan setelah HSBC Champions. Ia menang lagi pada Waste Management Phoenix Open bulan Februari—sukses mempertahankan gelarnya—dan sekali lagi pada World Golf Championships-Bridgestone Invitational pada bulan Juli. Hanya Justin Thomas (4) yang menjuarai lebih banyak gelara pada musim regular 2016-17.

Matsuyama yang kini telah menikah dan menjadi ayah pada tahun ini, telah dipaksa untuk mengatasi tekanan media yang berlebih, terutama di negerinya sendiri di Jepang. Sekerumunan reporter dan fotografer selalu menyertai untuk menyaksikan keberhasilannya. Perhatian tersebut membantu meningkatkan profilnya di Jepang bahkan sampai pada titik di mana ia tak bisa lagi menikmati bersantap tanpa dikenali. Bahkan kini ia menjadi standar golf di Jepang dan meningkatkan bayangan para penggemar baginya, sesuatu yang ia sadari.

”Harapan orang di sekitar saya amatlah tinggi,” ujar Matsuyama. ”Saya tak terlalu khawatir. Semoga saja hal itu tak menambah tekanan buat diri saya. Tapi saya tahu orang lain berharap banyak dari saya dan yang bisa saya lakukan hanyalah berusaha melakukan yang terbaik.”

HSBC Champions memang punya sejarah menghadirkan juara besar, seperti Matsuyama. Ajang yang dimulai pada 2005 ini telah menjadi ajang European Tour dan Asian Tour setahun kemudian. Lalu mendapat status World Golf Championships tahun 2009 dan menjadi bagian dari jadwal FedExCup PGA Tour pada 2013.

Turnamen ini memikat para pemain terbaik dunia tiap tahunnya. Pada 2016, pesertanya mencakup 10 juara Major dan delapan pemain berperingkat sepuluh besar pada Official World Golf Ranking. Ada 25 negara yang diwakili pada turnamen yang diikuti 78 pegolf itu.

”Semua itu menegaskan satu hal tentang HSBC. Semua itu menunjukkan sesuatu tentang turnamen ini,” ujar pegolf nomor satu dunia Dustin Johnson, yang menjuarai ajang ini tahun 2013. ”Mereka telah melakukan hal yang hebat. Saya kira akan lebih banyak lagi pemain yang ingin ke sini dan bermain.”

”Kami bermain [pada HSBC Champions]di luar AS, jadi saya kira sangatlah penting bagi penggemar global untuk menyaksikan para pemain di sana dan menjadi bagian dari turnamen yang megah, yang telah menjadi rangkaian turnamen menakjubkan, seperti WGC,” imbuh Molinari. ”Menyenangkan melihat banyak bintang dari Amerika yang menuju dan bermain di banyak bagian di seluruh dunia.”

Russel Knox, juara HSBC Champions 2015 dari Skotlandia, berujar, ”Luar biasa sekali bisa bermain menghadapi para pemain hebat. Ada banyak nama besar di sini, dan inilah cara terbaik untuk menguji permainan, melihat sebagus apa Anda menghadapi para pemain terbaik ini.” Dan banyak kompetitor, seperti Matsuyama, memiliki tujuan yang mulia.

”Menjadi pemain nomor satu dunia adalah target yang kami miliki,” ujar Matsuyama. ”Masih ada titik lemah dalam permainan saya dan saya masih harus banyak berlatih, tapi semoga, sedikit demi sedikit, saya bisa berkembang dan memperbaiki apa yang perlu, dan semoga suatu hari nanti bisa bersaing untuk menjadi No.1.”

Share.

Leave A Reply