Bermain Fenomenal, Sharma Menjuarai Maybank Championship

0

Pegolf asal India Shubhankar Sharma bermain fenomenal pada putaran akhir Maybank Championship dengan membukukan sepuluh birdie dan merebut gelar juara dengan keunggulan dua stroke. Kemenangan ini sekaligus memberinya gelar Asian Tour dan European Tour kedua dalam kariernya.

Pegolf berusia 21 tahun ini berhasil membalikkan ketertinggalan lima stroke pada awal putaran final kemarin (4/2) dengan permainan fenomenal pada kondisi lapangan di Saujana Golf and Country Club yang berangin.

Sharma menampilkan permainan yang membuat dirinya kembali bersaing setelah dalam dua putaran awal ia sempat kesulitan dan membuatnya berada di peringkat T48 hingga akhir putaran kedua. Namun, pada putaran ketiga ia berhasil main 6-under 66 sehingga menempatkannya hanya empat stroke dari pimpinan klasemen Dylan Fritelli dan Jorge Campillo.

Seakan menemukan kembali iramanya, Sharma berhasil membukukan lima birdie di sembilan hole pertamanya. Ia bahkan melanjutkan lagi dengan birdie di hole 11, 13, dan 14 yang praktis memberinya keunggulan dua stroke. Ia berhasil mempertahankan keunggulannya tersebut untuk menjadi pegolf Asia pertama yang memenangkan Maybank Championship.

”Saya bermain cukup solid dan bukan karena kondisinya berangin. Saya terus menyerang sepanjang hari lantaran mesti mendapat banyak birdie untuk mengejar pimpinan klasemen,” tutur Sharma. ”Jujur saja, saya tidak memikirkan papan klasemen. Saya hanya ingin mematok target dalam benak saya dan berusaha mencapainya.”

Ia baru menyadari bahwa ia sudah mendekati pimpinan klasemen sementara di hole 13 sampai akhirnya tahu kalau ia sudah unggul dua stroke di hole 16.

”Saya sama sekali tidak mendapat bogey (pada putaran final) dan ini sangat langka terjadi karena biasanya Anda akan tergelincir setelah mendapat beberapa birdie,” ujar Sharma lagi. ”Tak pernah mudah mendapatkan birdie ketika Anda dalam posisi mengejar pimpinan klasemen, tapi saya bermain dengan relaks.”

Meski demikian, Sharma mengaku tidak membayangkan dirinya bakal menang.

”Soalnya saya tertinggal empat pukulan,” tegasnya. ”Hal terbaiknya ialah saya tidak berada di grup terakhir. Saya tidak bermain dengan pikiran untuk menang, tapi bermain dengan pikiran untuk memainkan skor rendah. Dan hal itu sangat membantu saya. Saya punya firasat bagus akan main bagus dan main dengan skor rendah dan itulah yang saya lakukan.”

”Kemenangan pertama selalu sangat spesial. Saya memimpin menuju putaran final di Joburg Open, jadi saya berharap untuk menang. Hari ini (kemarin) tidak ada ekspektasi. Saya tak tahu kalau saya bakal menang sampai di hole 16. Kedua kemenangan ini berbeda, tapi sangat spesial,” tutur Sharma, yang juga menjadi pegolf Asia dan India pertama yang menjuarai Joburg Open pada bulan Desember 2017 lalu.

Total skor yang dibukukan Sharma, 21-under 267 merupakan skor terendah pada ajang Maybank Championship. Sementara keunggulan dua pukulannya menyamai kemenangan Marcus Fraser pada 2016.

Dengan membawa pulang hadiah sebesar US$500.000, ia kini berada di peringkat teratas pada Habitat for Humanity Standings pada Asian Tour dan Race to Dubai pada European Tour.

Hasil yang bagus juga didapatkan teman sekamar Sharma, Khalin Joshi. Ia finis di peirngkat kelima bersama duo Jepang Ryo Ishikawa dan Hideto Tanihara, pegolf Italia Nino Bertasio dan pegolf Afrika Selatan Dylan Frittelli.

Adapun pegolf Spanyol yang sempat memimpin klasemen bersama Frittelli, Jorge Campillo harus puas berada di peringkat kedua setelah kemarin main 68. Rekan senegaranya Pablo Larrazabal dan pegolf Selandia Baru Ryan Fox finis di peringkat ketiga.

Share.

Leave A Reply