Awal Positif bagi Pegolf Indonesia

0

Udara yang lembap menyertai hampir ke mana pun Anda melangkah. Seperti itulah gambaran kondisi di New Tanjong Course Sentosa Golf Club. Menjelang siang matahari pun terasa kian terik. Sesekali angin dari laut berembus untuk memberi kesejukan, meski hanya sesaat. Dalam konteks demikian, para pegolf Indonesia, meski membukukan hasil yang berbeda, mencatatkan awal yang positif pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship yang dimulai kemarin (4/10).

Bermain dalam sesi pagi, Naraajie Emerald Ramadhan Putra memimpin perolehan skor di antara empat pemain Indonesia dengan torehan 4-under 66. Almay Rayhan Yagutah yang bermain dua grup lebih awal, juga berhasil bermain under dengan torehan 1-under 69. Kedua skor tersebut jelas membuka berbagai kemungkinan bagi keduanya.

Baik Almay maupun Naraajie memang bukan pemain yang baru pertama kali mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship ini. Tahun ini merupakan kali kedua bagi Almay dan ketiga bagi Naraajie. Namun, ini merupakan kali pertama keduanya bermain di New Tanjong Course Sentosa Golf Club.

Keduanya sama-sama memulai putaran pertama itu dari hole 10 dan keduanya juga langsung membukukan birdie di hole pertamanya. Namun, kartu skor keduanya langsung menunjukkan perbedaan ketika Almay menorehkan bogey pertamanya di hole 15 dan menutup sembilan hole pertama dengan even par 35. Sementara Naraajie menambah perolehan birdie di hole 12 dan 16.

Naraajie langsung tampil ke jajaran atas klasemen setelah kembali mencatatkan dua birdie di hole 4 dan 6. Ia baru mendapatkan bogey pertamanya di hole 7, sebelum kembali mencatatkan birdie istimewa di hole 8.

Dua kali Naraajie mengalami keberuntungan di hole 8. Pukulan tee-nya sempat meleset ke kanan dan terlihat bakal hilang di semak-semak. Namun, bolanya ternyata mengenai pohon dan berhenti persis di dekat jalur cart. Pukulan keduanya berakhir di rough, sekitar 40 meter dari pin. Dari sanalah ia berhasil memasukkan bola untuk kembali ke 5-under dengan menyisakan satu hole.

”Saya memang sudah memprediksi titik jatuhnya bola. Saya bermaksud agar bola bisa berhenti di atas slope dan ternyata bolanya berhenti pas di atas slope sehingga bola bergulir turun lalu masuk,” tutur Naraajie.

Sayangnya, ia kembali mendapat bogey di hole terakhirnya. Tak heran jika kemudian ia mengaku perasaannya menjadi campur aduk.

”Ada perasaan senang, tapi finisnya disayangkan sih,” ujar Naraajie yang pada hari pertama berada di posisi T5. ”Permainan saya sebenarnya sudah bagus sekali, tapi sayangnya di hole (ke) 10 dan 11 (hole 1 dan 2), bolanya tidak masuk. Tapi secara keseluruhan saya senang dengan skor ini.”

”Menurut saya permainan hari ini bagus, banyak pukulan yang membuahkan peluang birdie. Long game saya juga hari ini sangat menolong.”
Almay Rayhan Yagutah

Hal senada juga diungkapkan oleh Almay yang lebih dulu menuntaskan putaran pertama.

”Menurut saya permainan hari ini bagus, banyak pukulan yang membuahkan peluang birdie. Long game saya juga hari ini sangat menolong,” tutur Almay yang belum lama ini menjuarai Kejuaraan Nasional Golf Amatir untuk kedua kalinya.

Sayangnya, performa putting-nya kemarin memang kurang memuaskan. ”Sebenarnya, pukulan putting saya bagus hari ini, cuma mungkin belum terbiasa dengan kondisi green sehingga kadang masih salah break,” jelasnya lagi.

Almay menyebut birdie di hole 9, yang merupakan hole terakhirnya, sebagai birdie yang paling memuaskan lantaran memberinya skor 1-under 69 pada putaran pertama tersebut. Dan masih ada nada yang menunjukkan keyakinannya bahwa ia masih bisa bermain lebih baik mengingat ”peluangnya banyak sekali” sepanjang hari kemarin.

Skor yang ia bukukan membuat Almay untuk sementara berada di peringkat 19. Ia menempati posisi tersebut bersama sepuluh pemain lainnya, termasuk dua pemain top asal China Andy Zhang dan juara bertahan Lin Yuxin, serta putra Shigeki Maruyama, Sean Maruyama.

”Saya tidak terlalu memikirkan skor, yang penting bisa mengobrol dengan (Lee) Wonjun dan Denzel (Ieremia) sehingga rasanya persis seperti sedang practice round.” — Jonathan Wijono

Naraajie dan Almay bisa dibilang beruntung bermain pada sesi pagi. Kedua rekan mereka, Jonathan Wijono dan M. Rifqi Alam Ramadhan harus berhadapan dengan hujan yang sempat turun selama sekitar setengah jam. Jika Naraajie dan Almay menuntaskan hari pertama dengan bermain under, Jonathan dan Rifqi harus puas bermain over.

Jonathan yang baru kembali bergabung dengan teman-temannya usai mengikuti turnamen di Amerika, sempat bermain dengan 3-over di sembilan hole pertamanya. Dari hole 4, tiga kali berturut-turut ia membukukan bogey.

Namun, di sembilan hole berikutnya, Jonathan memperbaiki performanya dengan menorehkan dua birdie di hole 12 dan 16. Ketimbang berfokus pada permainan, Jonathan tampak lebih menikmati 18 hole mengobrol dengan rekan bermainnya hari itu, Lee Wonjun dari Korea dan Denzel Ieremia dari Selandia Baru.

”Saya tidak terlalu memikirkan skor, yang penting bisa bersenang-senang, mengobrol denagn teman-teman. Saya banyak sharing dengan Wonjun dan Denzel, Denzel juga tahun lalu sempat ikut (ajang) Nomura. Jadi, (kami) banyak mengborol, bersenang-senang sehingga rasanya persis seperti sedan practice round,” jelas Jonathan. Untuk sementara, ia berada di peringkat T38.

”Permainan wedge dari jarak 60-80 meter menjadi sorotan permainan M. Rifqi Alam Ramadhan pada hari pertama.”

Hasil yang kurang memuaskan dibukukan oleh Rifqi dengan skor 2-over 72. Ia sempat memulai hari pertama itu dengan solid setelah membukukan birdie di hole 10, yang merupakan hole pertamanya. Double bogey di hole 12 segera ia tutupi dengan birdie kedua di hole 16.

Rifqi seakan menemukan ritmenya setelah birdie tersebut. Ia bahkan sempat menunjukkan pukulan approach yang tajam di hole 1 dan 2 sehingga memudahkannya untuk membukukan birdie. Sayangnya, itu menjadi birdie terakhirnya hari itu. Rifqi membukukan bogey kedua di hole 4, dan mengalami skor terburuk dengan triple bogey di hole 8.

Tapi, mengingat ini baru hari pertama, Rifqi masih menunjukkan semangatnya. Ia menegaskan, permainan wedge dari jarak 60-80 meter menjadi sorotan permainannya pada hari pertama lantaran banyak memberinya birdie. Selain itu, ia juga turut memberi kredit bagi kedi senior asal Singapura yang menemaninya.

”Kedi saya sangat banyak membantu. Mulai dari memberi arah, saran pilihan club yang bagus, ia juga mahir membaca break dan memberi diskusi yang positif. Dia juga membuat catatan, memberi tahu posisi pin, dan mengingatkan banyak hal. Saya belum pernah mendapatkan kedi seperti ini,” ujarnya.

Putaran pertama itu sendiri menjadi milik pegolf asal Australia, David Micheluzzi. Eagle yang ia bukukan di hole terakhir membuatnya mengumpulkan skor 6-under 64. Ia unggul satu stroke dari pegolf China Taipei Liu Yung-Hua, pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go, dan juara edisi 2015 asal China Jin Cheng.

Share.

Leave A Reply