Ambisi Wakil Asia

0

Sebagai turnamen besar, ajang World Golf Championship sering kali menjadi target dalam karier profesional para pegolf dunia. Pekan ini kita bakal segera menikmati suguhan aksi para pegolf top dunia ketika World Golf Championship-Bridgestone Invitational kembali digelar di lapangan ikonik Firestone Country Club. Dan ajang ini akan menjadi panggung istimewa untuk mewujudkan ambisi wakil Asia.

Tahun lalu, pegolf Jepang Hideki Matsuyama sukses menjadi pegolf Asia pertama yang menjuarai turnamen ini. Kala itu ia membukukan skor total 16-under 264 dan unggul lima stroke dari Zach Johnson. Kemenangannya ini sekaligus menjadi gelar WGC kedua bagi Matsuyama, sekaligus menjadi gelar PGA TOUR kelimanya.

Harapan untuk bisa tampil maksimal pada ajang ini, di antaranya, diungkakan pula oleh bintang muda asal India Shubhankar Sharma. Pekan ini ia berfokus pada dua target sederhana, yang salah satunya melibatkan Tiger Woods!

Sharma yang akan memainkan ajang WGC ketiganya, sekaligus debutnya pada turnamen ini, berharap untuk bisa menyapa Woods, yang merupakan idolanya.

”Saya tak sabar untuk mengikuti turnamen ini setelah (hanya) menyaksikannya di TV selama bertahun-tahun. Setup-nya sulit tapi ini turnamen besar yang telah dimenangkan oleh banyak nama besar. Tiger telah menjuarainya berkali-kali, juga pemain seperti Adam (Scott). Hideki dan pemain hebat lainnya juga telah menjuarainya, jadi bisa menjadi bagian dari semua itu jelas sungguh fantastis!” ujar Sharma.

Mengenai Woods, Sharma menambahkan, ”Saya pikir saya akan menyapa dia (Woods), tapi saya agak gugup,” ujarnya. ”Dia selalu bersama orang lain dan saya tak ingin mengganggunya, tapi jelas saya akan menyapanya. ”

Sharma sendiri telah sejak lama mengidolakan Woods, yang telah delapan kali menjuarai WGC-Bridgestone Invitational ini. Setelah The Open Championship, ia menulis melalui Twitter-nya:

”Last word on one and the only @TigerWoods. I am yet to directly meet him. My nerves always get better of me, each time. Maybe, he will have to help me there:) A practise round will be ideal @WGC_Bridgestone, especially, looking at how it went for @F_Molinari 🙂 @TheOpen.”

Sharma berharap untuk bisa memperkenalkan dirinya dan melakukan percakapan yang wajar. ”Saya yakin banyak orang yang mengatakan ’Anda menginspirasi saya’, dan saya yakin dia bosan mendengarnya. Saya akan berusaha mengobrol dengan wajar dan memberi selamat kepadanya lantaran ia sudah main bagus,” imbuh Sharma.

Terlepas dari fakta bahwa ia akan bermain bersama idolanya, sembari memikirkan bagaimana menghampiri dan menyapa Woods, Sharma memiliki target lain yang tak kalah penting. Ia berharap bisa menjaga peluangnya untuk bermain di PGA TOUR agar tetap terbuka. Syaratnya, ia harus finis meyakinkan.

Prestasinya dalam ajang WGC-Mexico Championship sebelumnya, menunjukkan Sharma memiliki kapasitas untuk melakukan itu. Dalam debutnya pada turnamen WGC, ia finis di peringkat T9.  Tapi ia menyadari sendiri bahwa untuk menembus PGA TOUR, ia harus bermain luar biasa.

”Jelas meraih kartu PGA TOUR tahun ini masih menjadi target yang saya upayakan, tapi saya mesti benar-benar main bagus dalam dua pekan ini. Main di PGA TOUR adalah target saya dan saya ingin main di sana,” tandasnya.

”Saya ingin memenangkan ajang ini dan membawa pulang trofinya,” — Kiradech Aphibarnrat

Ambisi yang lebih besar diungkapkan oleh wakil Asia lainnya. Kiradech Aphibarnrat menegaskan keinginannya untuk bisa menuntaskan turnamen ini dan membawa pulang trofi juara.

”Saya ingin memenangkan ajang ini dan membawa pulang trofinya,” tegas pegolf berusia 29 tahun ini.

Kiradech punya banyak alasan untuk mengungkapkan keyakinan yang demikian kuat. Performanya sepanjang tahun ini memang sangat baik. Dimulai dengan menjuarai ISPS HANDA World Super 6 Perth, ajang yang disokong oleh Asian Tour, European Tour, dan Australasia Tour, Kiradech juga finis di lima besar dalam dua ajang WGC terakhir. Ia juga finis di 15 besar pada ajang Memorial Tournament dan US Open, yang sekaligus memberinya kartu PGA TOUR untuk musim depan.

”Ketika saya mengikuti sebuah turnamen, semuanya adalah mengenai diri saya sendiri, bagaimana saya bisa tampil dan berusaha memainkan permainan terbaik. Dalam dua kunjungan ke Firestone sebelumnya, control bola saya tidak konsisten, tapi sekarang saya bisa memainkan bola dan melakukan pukulan tertentu. Pekan ini mestinya menjadi pekan yang lebih baik,” ujar Kiradech.

Tak seperti Sharma yang baru akan melakoni debutnya di Firestone, Kiradech sempat tampil pada edisi 2013 dan 2016. Kala itu ia finis di peringkat T40 dan 53. Dari dua penampilannya itu, ia hanya bisa menembus dua kali menembus par dari delapan putaran.

”Firestone adalah lapangan yang panjang dan sempit, ini lapangan yang sedikit bergaya kuno dengan pepohonan tua yang membatasi fairway-nya. Kalau bisa memukl dengan baik dan memukul ke fairway, barulah Anda punya peluang mendapat birdie,” ujar Kiradech yang kini berperingkat 31 dunia.

Meskipun berambisi bisa meraih gelar, satu-satunya tantangan baginya ialah kelelahan yang ia alami saat ini. Dalam sembilan pekan terakhir, ia telah mengikuti delapan turnamen hingga The Open Championship dua pekan lalu. Ia hanya pulang ke Bangkok untuk meluangkan waktunya bersama dengan sahabat dan keluarga.

”Permainan saya tidak begitu bagus (pada The Open). Saya merasa agak lelah karena telah memainkan banyak turnamen dan hal itu memengaruhi permainan saya. Saya tak bisa memukul bola rendah,” ujar Kiradech yang akhirnya finis T75 pada ajang Major tersebut.

Mantan pegolf nomor satu Asian Tour ini berniat untuk mengikuti jejak Hideki Matsuyama yang menjuarai ajang ini tahun lalu. Tapi ia sadar bahwa ia harus mengadopsi strategi klise ”bersabar dan mempertahankan rencana permainan.”

”Hal positifnya ialah saya sedang menikmati golf saya. Pekan ini bakal menjadi pekan yang bagus untuk bisa main bagus,” ujarnya lagi.

WGC-Bridgestone Invitational ini bakal menjadi ajang yang sangat meriah mengingat ada banyak bintang golf dunia yang bersaing pekan ini. Pegolf No.1 dunia Dustin Johnson, pemegang 14 gelar Major sekaligus 8 gelar WGC-Bridgestone Invitational Tiger Woods, juara FedExCup Justin Thomas, juga juara The Open Francesco Molinari, plus juara bertahan Hideki Matsuyama merupakan beberapa nama yang memeriahkan turnamen yang akan berlangsung besok ini.

Share.

Leave A Reply