Ajang Terbesar, Ujian Terberat

0

Oleh Chuah Choo Chiang*

Daftar nama tenar yang telah menjuarai ajang ini jelas tiada duanya dan melibatkan raksasa golf, seperti Jack Nicklaus, Greg Norman, Tiger Woods, Fred Couples, Adam Scott, Nick Price, Phil Mickelson, Sergio Garcia, Jason Day, dan Rickie Fowler.

Belum lagi total hadiahnya, yang menjadi salah satu jumlah terbesar di dunia golf, US$10,5 juta, yang menjadikan ajang PGA TOUR ini membuatnya memukau semua kalangan, sedang TPC Sawgrass menyuguhkan apa yang diyakini para pemain sebagai tantangan sesungguhnya dari golf.

Dan di atas itu semua, ajang ini menampilkan para peserta terkuat yang dikumpulkan dari seluruh dunia, di mana tidak ada pemain amatir, tidak ada kualifikasi, tidak ada exemption sponsor, dan tak ada profesional klub yang ikut. Hanya para pegolf terbaik di Bumi ini yang akan bertarung sengit untuk diakui sebagai juara PARA PEMAIN.

Selamat datang pada THE PLAYERS Championship, turnamen flagship dari PGA Tour. Ajang ini memang menggambarkan berbagai keunggulan, mengingat tiap aspek yang mewakili THE PLAYERS memiliki sentuhan berkelas dan prestise karena setiap tahun ajang ini menyuguhkan panggung untuk drama, sejarah golf, dan kegembiraan di Stadium Course, TPC Sawgrass.

Demikianlah karakter turnamen ini sejak pertama kali diadakan pada 1974. Para komentator dan pemain telah melabelinya sebagai ajang ”major kelima” tak resmi dalam olahraga golf pria. Tapi realitanya, THE PLAYERS Championship mungkin lebih baik dipandang sebagai THE PLAYERS, di mana nama turnamen ini ditulis sepenuhnya dengan hurup kapital untuk satu alasan yang membuatnya menonjol ketimbang ajang yang lain.

Siapa-siapa yang berkumpul di TPC Sawgrass mulai 10-13 Mei akan paham bahwa kemenangan akan melimpahi mereka dengan cek juara senilai US$1,89 juta plus fasilitas-fasilitas lain, termasuk lima tahun exemption pada PGA TOUR. Oh ya, tentu saja dengan hak untuk diakui sebagai juara THE PLAYERS.

Rickie Fowler, yang menjuarai turnamen ini tahun 2016, mengungkapkan, ”Ini salah satu lapangan tersulit yang kami mainkan sepanjang tahun. Mungkin dengan pesaing terberat yang kami mainkan sepanjang tahun. Jadi, Anda mesti—maksud saya siapa pun yang menang mesti mengerjakan urusannya, mengalahkan para pemain terbaik pada saat itu dan menaklukkan salah satu lapangan tersulit yang kami mainkan.”

”Pesertanya sekuat peserta mana pun di golf,” aku Adam Scott, yang menjadi juara THE PLAYErS tahun 2004. ”Turnamen ini telah mendapat tempat yang istimewa selama bertahun-tahun.”

Ketika peraih 14 Major Tiger Woods meraih kemenangan pertama dari dua gelar PLAYERS Championship pada 2001, perasaannya pun melambung. ”Sungguh istimewa bisa memenangkan kejuaraan seperti ini, di lapangan golf yang sangat menuntut, dengan peserta terbaik dari golf—seluruh golf di sepanjang tahun. Sangat membanggakan bisa melakukannya. Dan seperti yang dikatakan semua orang, ini mungkin merupakan Major kelima,” ujar Woods.

Mereka yang belum menorehkan nama pada Daftar Jawara juga terdorong untuk mengikuti jejak tersebut karena gelar ini akan membuat prestasi mereka makin berkilau. Jordan Spieth, peraih tiga gelar Major dan juara FedExCup 2015, merupakan salah satu pemain yang mengincar sukses bulan Mei ini.

”Ini turnamen tersulit untuk dimenangkan dalam golf, dan pengakuan yang membuat Anda tahu siapa yang bakal Anda hadapi, dan pada panggung ini, dan ini merupakan kejuaraan besar,” ujar Spieth.

Tantangan berat itulah yang mungkin menjadi alasan mengapa belum pernah ada pemain yang sukses mempertahankan gelarnya. Kim Siwoo dari Korea Selatan, yang memukau seluruh peserta tahun lalu dan keluar sebagai juara termuda PLAYERS, berniat untuk menciptakan sejarah lain. ”Saya akan mengubah tradisi itu (di mana tidak ada pemain yang bisa mempertahankan gelarnya),” ujarnya.

Selain mesti berhadapan dengan para pemain terbaik, semua peserta mesti mengatasi Stadium Course, yang, menurut beberapa orang, memusingkan para pegolf. David Duval, juara edisi 1999 yang kini menjadi komentator TV mengingatkan, ”Tes yang dihadirkan pada dasarnya mencakup segalanya mulai dari mekanis dan pukulan, termasuk juga pendekatan mental. Lapangan golf ini berat. Seluruh fase dalam permainan Anda mesti berfungsi jika ingin bersaing di sini.”

Salah satu fitur utama Stadium Course yang didesain Pete Dye ini ialah bahwa ia menciptakan lapangan ini dengan membangun pengalaman penggemar ke dalam DNA-nya. Suasana ramah bagi penggemar ini tersebar ke seluruh pengalaman turnamen, termasuk seluruh kelengkapan modern dan teknologi yang diharapkan para penggemar masa kini, tapi yang menjadi sorotan sejauh ini ialah pemandangan golfnya yang tak bisa ditandingi oleh turnamen mana pun di seluruh dunia. Hole-hole penutupnya mencakup hole 17 par 3, Island Green yang terkenal yang menjadi sama terkenalnya dengan agenda golf lainnya.

Makanan, kesenangan, kegiatan amal, inisiatif golf junior, suvenir golf, zona bermain anak, zona khusus untuk meminta tanda tangan, upaya-upaya daur ulang, bahkan layanan kapel menghadirkan beragam aktivitas dan pelayanan sekitar THE PLAYERS Championship. Lebih dari 200.000 penggemar telah menghadiri turnamen ini setiap tahunnya.

Komisioner PGA TOUR Jay Monahan sering ditanyai soal status THE PLAYERS Championship. ”Ini pertunjukan kesempurnaan kami. Kami terus melakukan apa pun yang kami bisa untu meningkatkan tiap fase dari turnamen ini. Dan kami melakukannya agar semua Anda dan para penggemar kami bisa membicarakan signifikansinya. Ini salah satu kejuaraan terbesar di dunia, dan kami sangat bersemangat akan hal ini.

”Fokus kami ialah menjadikannya sebagai kejuaraan seterbaik mungkin, kejuaraan terbaik di dunia, dan bagaimana publik menilainya, bagaimana media menilainya, bagaimana pemain kami, perspektif mereka mengenainya, itulah bagian dari wacana kami. Tapi kami kira kami akan terus bersaing ketat untuk terus melakukan semua yang kami bisa guna meningkatkan profil kejuaraan besar ini.”

 

Chuah Choo Chiang mulai menjabat sebagai Senior Director Communications PGA TOUR dan berkantor di TPC Kuala Lumpur mulai Agustus 2017. Sempat bertugas sebagai jurnalis olahraga pada dua surat kabar terkemuka di Malaysia selama 10 tahun dan menjabat sebagai Deputy Sports Editor pada Sun Newspapersebelum bergabung dengan Asian Tour pada tahun 2000 dan terakhir bertugas sebagai Director of Communications di sana.

Share.

Leave A Reply